Pembelian Trafo Masih Dikaji
Tim Liputan 6 SCTV31/12/2009 03:56
Liputan6.com, Jakarta: Rencana Perusahaan Listrik Negara membeli 12 buah trafo cadangan untuk daerah Jawa, Madura, dan Bali untuk mengantisipasi kerusakan pada 2010 masih dalam kajian. Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara sebelumnya telah mengizinkan pembelian dengan mekanisme penunjukan langsung tanpa tender. Demikian informasi yang dihimpun SCTV di Jakarta, Rabu (30/12).
Penunjukkan langsung digunakan dengan alasan kebutuhan mendesak agar tak terjadi pemadaman bergilir pada 2010 bila terjadi kerusakan trafo di daerah Jawa, Madura, dan Bali. Sebanyak 12 trafo cadangan 500 kilowatt diperkirakan bernilai sekitar Rp 600 miliar [baca: Dahlan: "Menaikkan Tarif Listrik Bukan Agenda Saya"].(AIS)
Penunjukkan langsung digunakan dengan alasan kebutuhan mendesak agar tak terjadi pemadaman bergilir pada 2010 bila terjadi kerusakan trafo di daerah Jawa, Madura, dan Bali. Sebanyak 12 trafo cadangan 500 kilowatt diperkirakan bernilai sekitar Rp 600 miliar [baca: Dahlan: "Menaikkan Tarif Listrik Bukan Agenda Saya"].(AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
