Gus Dur, Tokoh Pemersatu Bangsa
Tim Liputan 6 SCTV30/12/2009 22:39
Liputan6.com, Jakarta: KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur merupakan tokoh pemersatu bangsa. Melalui Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan kakeknya Kiai Haji Hasjim Asy'ari, ia semakin mengukuhkan dirinya untuk menjadi tokoh ulama dan nasional.
Sejak terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU pada 1984, kehadiran Gus Dur seperti meniupkan darah segar di tubuh organisasi massa yang dikenal sebagai basis para ulama tradisional itu. Bahkan, NU jadi lebih terbuka dengan pemerintah saat itu, dengan menerima Pancasila sebagai ideologi negara.
Namun, sejak terpilih untuk keduanya sebagai Ketua Umum PB NU pada 1989, Gus Dur mulai mengambil jarak dengan pemerintah. Di antaranya, menolak bergabung dengan Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI), organisasi bentukan BJ Habibie yang didukung Presiden Soeharto.
Hubungan Gus Dur dan rezim orde baru memang pasang surut. Tapi menjelang kejatuhan Presiden Soeharto, ia menjadi salah satu tokoh yang diundang ke istana untuk dimintai masukan tentang masa depan negara.
Gus Dur yang menyadari kekuatan basis massa NU, akhirnya membentuk partai berbasiskan suara NU, yakni Partai Kebangkitan Bangsa dan menunjuk Matori Abdul Jalil sebagai ketua umum.
Perjalanan partai itu senantiasa diwarnai konflik, yang muncul akibat gesekan Gus Dur dengan para pengurus partai. Pada 2001, misalnya, Ketua Dewan Syuro PKB itu memecat Matori Abdul Jalil dari kursi ketua umum. Alasannya, Matori yang waktu itu Wakil Ketua MPR, hadir dalam Sidang Khusus MPR yang menjatuhkan Gus Dur sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia.
Pengganti Matori, Alwi Shihab, juga tidak langgeng. Alwi yang berduet dengan Saefullah Yusuf, keponakan Gus Dur, akhirnya terpental dari PKB dan membuat partai baru.
Terakhir, Gus Dur pun berkonflik dengan keponakannya yang lain, Muhaimin Iskandar. Dan kali ini, Muhaimin memberikan perlawanan melalui jalur hukum dan membuat Gus Dur terpental dari PKB.
Hingga akhir hayatnya, perseteruan Gus Dur dengan PKB pimpinan Muhaimin Iskandar belum reda. namun tak bisa dipungkiri, tidak ada yang bisa memisahkan kebesaran nama PKB dan NU dari sosok Gus Dur, politisi dan ulama yang tindakan dan ucapannya kerap memunculkan pro dan kontra.
Dan harus diakui, ia adalah tokoh pemersatu bangsa.(SHA)
Sejak terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU pada 1984, kehadiran Gus Dur seperti meniupkan darah segar di tubuh organisasi massa yang dikenal sebagai basis para ulama tradisional itu. Bahkan, NU jadi lebih terbuka dengan pemerintah saat itu, dengan menerima Pancasila sebagai ideologi negara.
Namun, sejak terpilih untuk keduanya sebagai Ketua Umum PB NU pada 1989, Gus Dur mulai mengambil jarak dengan pemerintah. Di antaranya, menolak bergabung dengan Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI), organisasi bentukan BJ Habibie yang didukung Presiden Soeharto.
Hubungan Gus Dur dan rezim orde baru memang pasang surut. Tapi menjelang kejatuhan Presiden Soeharto, ia menjadi salah satu tokoh yang diundang ke istana untuk dimintai masukan tentang masa depan negara.
Gus Dur yang menyadari kekuatan basis massa NU, akhirnya membentuk partai berbasiskan suara NU, yakni Partai Kebangkitan Bangsa dan menunjuk Matori Abdul Jalil sebagai ketua umum.
Perjalanan partai itu senantiasa diwarnai konflik, yang muncul akibat gesekan Gus Dur dengan para pengurus partai. Pada 2001, misalnya, Ketua Dewan Syuro PKB itu memecat Matori Abdul Jalil dari kursi ketua umum. Alasannya, Matori yang waktu itu Wakil Ketua MPR, hadir dalam Sidang Khusus MPR yang menjatuhkan Gus Dur sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia.
Pengganti Matori, Alwi Shihab, juga tidak langgeng. Alwi yang berduet dengan Saefullah Yusuf, keponakan Gus Dur, akhirnya terpental dari PKB dan membuat partai baru.
Terakhir, Gus Dur pun berkonflik dengan keponakannya yang lain, Muhaimin Iskandar. Dan kali ini, Muhaimin memberikan perlawanan melalui jalur hukum dan membuat Gus Dur terpental dari PKB.
Hingga akhir hayatnya, perseteruan Gus Dur dengan PKB pimpinan Muhaimin Iskandar belum reda. namun tak bisa dipungkiri, tidak ada yang bisa memisahkan kebesaran nama PKB dan NU dari sosok Gus Dur, politisi dan ulama yang tindakan dan ucapannya kerap memunculkan pro dan kontra.
Dan harus diakui, ia adalah tokoh pemersatu bangsa.(SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

