Pascabentrok, Lima Mahasiswa dan Empat Polisi Terluka
Syamsu Panna29/12/2009 18:00
Liputan6.com, Gorontalo: Sedikitnya lima mahasiswa dan empat polisi terluka menyusul kericuhan yang mewarnai demonstrasi menolak kedatangan Wapres Boediono di Gorontalo, Selasa (29/12). Dalam bentrokan di Jalan Jenderal Panjaitan, tepatnya di depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo, ratusan mahasiswa saling serang dan lempar batu dengan aparat kepolisian [baca: Unjuk Rasa Tolak Boediono Ricuh].
Para mahasiswa yang melempari polisi dengan batu dan benda-benda keras lainnya akhirnya dibalas polisi dengan lemparan batu dan tembakan meriam air. Polisi akhirnya bertindak brutal, sejumlah mahasiswa yang tertangkap dikeroyok habis-habisan.
Sementara di dalam kampus, polisi memecahkan sejumlah kaca dan merusak sepeda motor. Polisi juga menganiaya seorang siswa sekolah menengah atas yang kebetulan berada di areal kampus. Adapun bentrokan bermula ketika para mahasiswa memaksa menerobos barikade polisi untuk berunjuk rasa di lokasi kunjungan kerja Wapres Boediono.(BJK/ANS)
Para mahasiswa yang melempari polisi dengan batu dan benda-benda keras lainnya akhirnya dibalas polisi dengan lemparan batu dan tembakan meriam air. Polisi akhirnya bertindak brutal, sejumlah mahasiswa yang tertangkap dikeroyok habis-habisan.
Sementara di dalam kampus, polisi memecahkan sejumlah kaca dan merusak sepeda motor. Polisi juga menganiaya seorang siswa sekolah menengah atas yang kebetulan berada di areal kampus. Adapun bentrokan bermula ketika para mahasiswa memaksa menerobos barikade polisi untuk berunjuk rasa di lokasi kunjungan kerja Wapres Boediono.(BJK/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
