Unjuk Rasa Tolak Boediono Ricuh  

Syamsu Panna
29/12/2009 14:51
Liputan6.com, Gorontalo: Unjuk rasa sekitar lima ratus mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (29/12) berlangsung ricuh. Bentrokan dengan aparat kepolisian membuat suasana Kota Gorontalo mencekam. Hingga saat ini polisi masih mengepung kampus untuk mencegah demonstran keluar.

Aksi mahasiswa ini berawal dari unjuk rasa menolak kedatangan Wakil Presiden Boediono yang melakukan kunjungan kerja ke Gorontalo. Polisi yang menjaga ketat kampus menolak memberi izin pada demonstran untuk mendekati rombongan Wapres. Penjagaan yang ketat membuat mahasiswa hanya berunjukrasa di depan kampusnya.

Setelah rombongan Wapres lewat, para mahasiswa berusaha ke gedung DPRD yang sedang mengelar rapat paripurna dengan agenda pelantikan Gubernur. Namun dicegah polisi sehingga akhirnya terjadi bentrokan. Saling lempar batu selama kurang lebih dua jam pun terjadi.

Polisi berhasil memaksa para mahasiswa masuk ke kampusnya dengan tembakan gas air mata. Hingga saat ini para mahasiswa masih bertahan di kampusnya dengan sekali-kali melempari batu ke arah polisi. Polisi pun masih melakukaan penjagaan, sambil menembakan gas air mata. Akibat aksi ini suasana Kota Gorontalo masih mencekam.(AYB)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler