Pedagang Terompet Musiman Tinggalkan Kampung Halaman  

Mas'ud Fahlafi
28/12/2009 22:08
Liputan6.com, Yogyakarta: Perayaan tahun baru selalu identik dengan tiupan terompet. Dan "hajatan" tahunan itu selalu mendatangkan berkah bagi perajin dan pedagangnya. Untuk itulah para pengrajin terompet di Wonogiri, Jawa Tengah, meninggalkan kampung halamannya.

Setidaknya 30 perajin berbondong-bondong menetap sementara di Bantul, Yogyakarta, sejak awal Desember lalu. Salah satunya, Gunawan. Bersama rekan-rekan seprofesi, ia menyewa rumah dengan tarif Rp 2.000 per malam untuk setiap orang. Di kontrakan itu, mereka memproduksi beraneka jenis terompet.

"Yang susah itu terompet naga," ujar Gunawan, Senin (28/12). "Dalam sebulan, saya bisa menyelesaikan seribu terompet. Sedangkan bahan terompet sudah dibuat di kampung, empat bulan sebelumnya."

Alat tiup itu dijual seharga Rp 5.000-20.000 per buah. Meski tidak pasti, para penjualnya mengaku bisa memperoleh pendapatan hingga Rp 500 ribu. Di penghujung tahun, para pedagang yang biasanya berjualan mainan keliling itu berharap keberuntungan berpihak pada mereka.(OMI/SHA)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler