Ketua DPR Usulkan Revisi Pencemaran Nama
Arfan Yap Bano27/12/2009 14:53
Liputan6.com, Jakarta: Bukan hanya SBY yang gerah dengan terbitnya buku "Membongkar Gurita Cikeas" karangan George Aditjondro. Ketua DPR Marzuki Alie mengusulkan revisi pasal-pasal tentang pencemaran nama baik sehingga lebih tegas dan lebih keras sanksinya, menyusul terbit buku "Membongkar Gurita Cikeas" karangan George Junus Aditjondro.
"Orang yang menuding tanpa dasar perlu diberikan sanksi yang berat, karenanya perlu dikoreksi pasal-pasal pencemaran nama baik. Kalau tidak, orang dengan seenaknya menuding," katanya saat dihubungi Antara di Jakarta, Ahad (27/12).
Marzuki mengatakan, meski belum ada kebijakan untuk menarik buku tersebut dari pasaran materi di dalam buku itu adalah tudingan tak beralasan dan tidak mempunyai bukti. "Buku itu hanya tudingan dan fitnah kepada SBY," ujar Marzuki.
Menurutnya, buku tersebut merupakan penghinaan kepada SBY selaku kepala pemerintahan dan kepala negara. "Itu namanya tak menghargai pemimpin. Pemimpin, orang tua dan guru harus dihargai," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin atas terbitnya buku karya George Aditjondro, namun tidak ada perintah dari Kepala Negara untuk menarik buku itu dari peredaran. Buku "Membongkar Gurita Cikeas" sebelumnya telah diluncurkan di Yogyakarta pada 23 Desember 2009. Sedangkan peluncuran di Jakarta, akan dilaksanakan pada 30 Desember 2009 di Doekoen Cafe.(AYB)
"Orang yang menuding tanpa dasar perlu diberikan sanksi yang berat, karenanya perlu dikoreksi pasal-pasal pencemaran nama baik. Kalau tidak, orang dengan seenaknya menuding," katanya saat dihubungi Antara di Jakarta, Ahad (27/12).
Marzuki mengatakan, meski belum ada kebijakan untuk menarik buku tersebut dari pasaran materi di dalam buku itu adalah tudingan tak beralasan dan tidak mempunyai bukti. "Buku itu hanya tudingan dan fitnah kepada SBY," ujar Marzuki.
Menurutnya, buku tersebut merupakan penghinaan kepada SBY selaku kepala pemerintahan dan kepala negara. "Itu namanya tak menghargai pemimpin. Pemimpin, orang tua dan guru harus dihargai," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin atas terbitnya buku karya George Aditjondro, namun tidak ada perintah dari Kepala Negara untuk menarik buku itu dari peredaran. Buku "Membongkar Gurita Cikeas" sebelumnya telah diluncurkan di Yogyakarta pada 23 Desember 2009. Sedangkan peluncuran di Jakarta, akan dilaksanakan pada 30 Desember 2009 di Doekoen Cafe.(AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
