Hidup Para Mantan Penderita Kusta Kini Bermakna  

Alya Thamrin dan Rudi Utomo
27/12/2009 12:32
Liputan6.com, Jakarta: Para suster ordo Jesus Maria Josep di Tangerang, Banten, mengawali hari-harinya dengan doa dan meditasi. Setelah itu mereka langsung berkarya. Suster Agustina, misalnya. Ia langsung memberikan pelatihan menjahit bagi komunitas mantan kusta atau komata di Yayasan Marfati. Kegiatan tersebut, ternyata bisa menjadi lapangan kerja bagi para penderita kusta yang sudah dinyatakan sembuh.

Komata di Yayasan Marfati, Tangerang, didirikan pada 1972. Sepuluh tahun kemudian, para suster mulai membuka pelatihan menjahit. Pelatihan menjahit berlangsung selama enam bulan secara gratis. Materi yang diajarkan mulai dari pengenalan mesin, membuat pola hingga menjahit. Dengan sabar suster Agustina membimbing satu per satu siswanya, termasuk Aini yang baru mencoba mesin jahit listrik. "Setelah ketemu suster, saya kemudian diarahkan," kata Aini, belum lama berselang.

Jika sudah bisa menjahit secara mandiri, suster mengizinkan mereka untuk membuka usaha di rumah dan memberinya modal berupa mesin jahit dan mesin obras. Salah satunya Muhammad. Mantan penderita kusta yang sudah sembuh puluhan tahun ini, sangat gesit dan cekatan menyambung bahan celana olahraga pesanan sejumlah sekolah. Dari hasil menjahit ia kini bisa mendapat upah hingga Rp 800 ribu per bulan.(IAN)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler