Di Garut, Baridin Pintar Bergaul
26/12/2009 22:28
Liputan6.com, Garut: Mertua tersangka teroris Nordin M Top, Baridin alias Bahrudin Latif dinilai berbaur baik dengan penduduk Kampung Banyuasih, Desa Pamalayan, Cikelet, Garut, Jawa Barat. Bahkan Baridin berinisiatif mendekati warga untuk diajari pembuatan gula merah. Selain berprofesi sebagai penyadap kelapa untuk gula merah, Baridin juga dikenal ahli memperbaiki instalasi listrik. Demikian disampaikan Pandi yang juga ketua RT 05/10 Kampung Banyuasih di Garut, Sabtu (26/12).
Pandi adalah salah seorang yang sempat menikmati keahlian Baridin membetulkan instalasi listrik di rumahnya setelah rusak diguncang gempa berkekuatan 7,3 skala Richter, September silam. Sebelumnya Pandi berniat memanggil tukang listrik. Namun Baridin menawarkan jasa perbaikan dan mengerjakannya dengan baik. Seperti dilaporkan ANTARA, buron Densus 88 itu juga selama ini juga mengajar anak-anak membaca Al Quran setiap selesai salat Magrib.
Keterangan ini berbeda dengan pemberitaan sebelumnya bahwa Baridin dikenal tertutup dan jarang bergaul. Bahkan ia disebutkan berniat menyepi dengan alasan ada masalah dengan keluarga [baca: Mertua Noordin Dikenal Tertutup].
Saat tiba di Garut, Baridin mengaku bernama Usmani. Nama itu pula yang tercantum dalam kartu tanda penduduk saat pertama kali melapor ke Ketua RT 04/10 di Kampung Banyuasih, enam bulan silam. Dalam KTP, Baridin tercatat sebagai penduduk Sleman, Yogyakarta.
Di kampung itu, Baridin menempati rumah gubuk berukuran enam meter persegi berdekatan dengan tetangganya Samino, rekan sesama penyadap kelapa untuk gula merah. Warga setempat baru mengetahui bahwa Usmani adalah Baridin setelah ditangkap oleh tim Detasemen Khusus 88, Kamis dinihari yang silam [baca: Densus Tangkap Mertua Noordin M. Top].
Samino mengaku tak menyangka tetangganya tersebut buronan polisi serta mertua gembong teroris Noordin M Top. Memang Samino sempat melihat banyak kabel dan satu pesawat televisi kecil di rumah Baridin. Tapi hal itu tak membuat Samino curiga.(ZAQ)
Pandi adalah salah seorang yang sempat menikmati keahlian Baridin membetulkan instalasi listrik di rumahnya setelah rusak diguncang gempa berkekuatan 7,3 skala Richter, September silam. Sebelumnya Pandi berniat memanggil tukang listrik. Namun Baridin menawarkan jasa perbaikan dan mengerjakannya dengan baik. Seperti dilaporkan ANTARA, buron Densus 88 itu juga selama ini juga mengajar anak-anak membaca Al Quran setiap selesai salat Magrib.
Keterangan ini berbeda dengan pemberitaan sebelumnya bahwa Baridin dikenal tertutup dan jarang bergaul. Bahkan ia disebutkan berniat menyepi dengan alasan ada masalah dengan keluarga [baca: Mertua Noordin Dikenal Tertutup].
Saat tiba di Garut, Baridin mengaku bernama Usmani. Nama itu pula yang tercantum dalam kartu tanda penduduk saat pertama kali melapor ke Ketua RT 04/10 di Kampung Banyuasih, enam bulan silam. Dalam KTP, Baridin tercatat sebagai penduduk Sleman, Yogyakarta.
Di kampung itu, Baridin menempati rumah gubuk berukuran enam meter persegi berdekatan dengan tetangganya Samino, rekan sesama penyadap kelapa untuk gula merah. Warga setempat baru mengetahui bahwa Usmani adalah Baridin setelah ditangkap oleh tim Detasemen Khusus 88, Kamis dinihari yang silam [baca: Densus Tangkap Mertua Noordin M. Top].
Samino mengaku tak menyangka tetangganya tersebut buronan polisi serta mertua gembong teroris Noordin M Top. Memang Samino sempat melihat banyak kabel dan satu pesawat televisi kecil di rumah Baridin. Tapi hal itu tak membuat Samino curiga.(ZAQ)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
