Belum Ada Tersangka Insiden Metro Tanahabang
Tim Liputan 6 SCTV26/12/2009 12:59
Liputan6.com, Jakarta: Pihak kepolisian belum menetapkan satu pun pihak yang bertanggung jawab dalam insiden robohnya bangunan tambahan di pusat grosir Metro Tanahabang, Jakarta Pusat, hingga Sabtu (26/12). Tercatat lima orang tewas akibat runtuhnya bangunan yang rencananya untuk toilet tersebut.
Sementara itu pedagang Metro Tanahabang mengeluh sebab empat hari sejak insiden berdarah itu penghasilan mereka turun hingga 50 persen. Akhir pekan seperti saat ini biasanya saatnya pedagang mengais rezeki. Bukannya sibuk melayani pembeli, pedagang lebih banyak santai.
Robohnya bangunan tambahan menjadi pemicu. Selain jam buka toko sempat dibatasi, pedagang menduga, pembeli masih khawatir. Bangunan tambahan diduga roboh akibat tak kuatnya konstruksi. Belakangan Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan Jakarta, menuding proyek itu tak berizin meski langsung dibantah pengelola [baca: Bangunan yang Runtuh Ternyata Ilegal].(JUM/ANS)
Sementara itu pedagang Metro Tanahabang mengeluh sebab empat hari sejak insiden berdarah itu penghasilan mereka turun hingga 50 persen. Akhir pekan seperti saat ini biasanya saatnya pedagang mengais rezeki. Bukannya sibuk melayani pembeli, pedagang lebih banyak santai.
Robohnya bangunan tambahan menjadi pemicu. Selain jam buka toko sempat dibatasi, pedagang menduga, pembeli masih khawatir. Bangunan tambahan diduga roboh akibat tak kuatnya konstruksi. Belakangan Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan Jakarta, menuding proyek itu tak berizin meski langsung dibantah pengelola [baca: Bangunan yang Runtuh Ternyata Ilegal].(JUM/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
