Warga Cirebon Gelar Tradisi Sedekah Bumi
Ridwan Pamungkas26/12/2009 06:27
Liputan6.com, Cirebon: Warga pesisir pantai utara Cirebon, Jawa Barat, memiliki tradisi unik yang disebut nadran. Pesta rakyat yang dinamai tradisi sedekah bumi ini, digelar sebagai ekpresi rasa syukur kepada sang pencipta yang telah memberikan keselamatan dan rejeki yang berlimpah. Kegiatan ini juga dipercaya warga sebagai pembuka rezeki dan kelancaran usaha pada tahun mendatang.
Pesta rakyat warga Astana Gunung Jati, Cirebon yang digelar Jumat (25/12) dibuka dengan pelepasan balon. Acara kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan replika berbagai bentuk binatang, kereta paksi Naga Liman, kereta kencana. Arak-arakan berangkat dari kompleks makam Sunan Gunung Jati melalui jalur pantura Cirebon-Indramayu hingga perbatasan kabupaten dengan Kota Cirebon.
Kemeriahan ini pun tidak disia-siakan warga Cirebon. Puluhan ribu orang berderet memadati jalan yang dilalui arak-arakan yang panjangnya mencapai lima kilometer. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur pantura Cirebon-Indramayu macet selama lima jam.
Hampir setiap tahun, pesta rakyat semacam ini digelar warga Astana Gunung Jati. Pesta diikuti perwakilan dari sejumlah desa dari Kecamatan Gunungjati, Suranenggala, dan Kecamatan Kapetakan. Semua biaya kegiatan ini ditanggung secara swadaya oleh masyarakat.
Sementara persiapan pembuatan replika yang digunakan pada acara ini memerlukan waktu hingga satu bulan. Rata-rata biaya pembuatan replika menghabiskan dana antara dua juta rupiah hingga Rp 5 juta. Hampir setiap desa yang berada di wilayah makam Sunan Gunung Jati menyumbangkan replika untuk dipamerkan dalam arak arakan.(IAN)
Pesta rakyat warga Astana Gunung Jati, Cirebon yang digelar Jumat (25/12) dibuka dengan pelepasan balon. Acara kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan replika berbagai bentuk binatang, kereta paksi Naga Liman, kereta kencana. Arak-arakan berangkat dari kompleks makam Sunan Gunung Jati melalui jalur pantura Cirebon-Indramayu hingga perbatasan kabupaten dengan Kota Cirebon.
Kemeriahan ini pun tidak disia-siakan warga Cirebon. Puluhan ribu orang berderet memadati jalan yang dilalui arak-arakan yang panjangnya mencapai lima kilometer. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur pantura Cirebon-Indramayu macet selama lima jam.
Hampir setiap tahun, pesta rakyat semacam ini digelar warga Astana Gunung Jati. Pesta diikuti perwakilan dari sejumlah desa dari Kecamatan Gunungjati, Suranenggala, dan Kecamatan Kapetakan. Semua biaya kegiatan ini ditanggung secara swadaya oleh masyarakat.
Sementara persiapan pembuatan replika yang digunakan pada acara ini memerlukan waktu hingga satu bulan. Rata-rata biaya pembuatan replika menghabiskan dana antara dua juta rupiah hingga Rp 5 juta. Hampir setiap desa yang berada di wilayah makam Sunan Gunung Jati menyumbangkan replika untuk dipamerkan dalam arak arakan.(IAN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
