Jelang Natal, Toko Dibanjiri Pengunjung
Tim Liputan 6 SCTV24/12/2009 07:20
Liputan6.com, Paris: Kendati dibayang-bayangi resesi, warga Kota Paris, Prancis, tetap antusias membeli kado dan perlengkapan natal. Namun tak sedikit yang kecewa karena tidak mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk berbelanja akibat cuaca yang kurang bersahabat.
Di Jerman, pusat pertokoan pun diserbu pengunjung. Di tengah cuaca ekstrim yang melanda Eropa, warga di Kota Hamburg, Berlin, dan Nuremberg masih dapat meluangkan waktu untuk berburu hadiah.
Kondisi berbeda terjadi di Timur Tengah. Sebagai warga minoritas, umat kristiani di Baghdad, Irak, berbagi semangat Natal dengan kesederhanaan. Toko-toko yang menjual pernik-pernik Natal sepi pengunjung. Tahun ini, perayaan Natal di Irak bertepatan dengan Hari Raya Ashura yang diperingati muslim Syiah tiap 10 Muharam.
Seperti di Irak, umat kristiani di Gaza juga merayakan Natal dalam kesederhanaan. Warga mengaku kehilangan semangat Natal akibat blokade yang dilakukan oleh Israel. Para pemilik toko juga mengeluhkan sepinya pengunjung menjelang Natal.
Sementara di Bethlehem, Tepi Barat, ratusan anak pawai bersama badut dan sinterklas. Mereka berjalan menuju Lapangan Manger di depan Gereja Nativity, dimana sebuah bendera Palestina raksasa dibentangkan di tengah jalan. Sementara di timur Jerusalem, umat kristiani menghiasi rumah-rumah mereka dengan pohon Natal serta membagikan hadiah pada anak-anak setempat.(JUM)
Di Jerman, pusat pertokoan pun diserbu pengunjung. Di tengah cuaca ekstrim yang melanda Eropa, warga di Kota Hamburg, Berlin, dan Nuremberg masih dapat meluangkan waktu untuk berburu hadiah.
Kondisi berbeda terjadi di Timur Tengah. Sebagai warga minoritas, umat kristiani di Baghdad, Irak, berbagi semangat Natal dengan kesederhanaan. Toko-toko yang menjual pernik-pernik Natal sepi pengunjung. Tahun ini, perayaan Natal di Irak bertepatan dengan Hari Raya Ashura yang diperingati muslim Syiah tiap 10 Muharam.
Seperti di Irak, umat kristiani di Gaza juga merayakan Natal dalam kesederhanaan. Warga mengaku kehilangan semangat Natal akibat blokade yang dilakukan oleh Israel. Para pemilik toko juga mengeluhkan sepinya pengunjung menjelang Natal.
Sementara di Bethlehem, Tepi Barat, ratusan anak pawai bersama badut dan sinterklas. Mereka berjalan menuju Lapangan Manger di depan Gereja Nativity, dimana sebuah bendera Palestina raksasa dibentangkan di tengah jalan. Sementara di timur Jerusalem, umat kristiani menghiasi rumah-rumah mereka dengan pohon Natal serta membagikan hadiah pada anak-anak setempat.(JUM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
