Polisi Iran Tahan 50 Pendukung Oposisi
24/12/2009 00:18
Liputan6.com, Teheran: Polisi Iran terlibat bentrokan dengan orang-orang yang berkabung dalam satu upacara peringatan di Isfahan, untuk ulama oposisi almarhum Ayatollah Hossein Ali Montazeri, Rabu(23/12). Polisi menahan lebih dari 50 orang dan memukul wanita dan anak-anak, demikian laporan halaman internet Parlemennews.ir.
Ratusan polisi dan anggota pasukan keamanan Rabu pagi mengepung masjid Seyed di Isfahan tempat upacara peringatan itu diselenggarakan dan mencegah orang-orang berkabung masuk, sehingga akhirnya menimbulkan bentrokan. Para pemrotes meneriakkan yel-yel mendukung Gerakan Hijau oposisi dan polisi melepas tembakan gas air mata untuk membubarkan mereka. Tindakan keras terbaru terhadap kelompok oposisi terjadi sehari setelah pemimpin utama mereka Mir Hossein Mousavi dipecat dari jabatannya sebagai Ketua Akademi Kesenian, yang dipimpinnya selama 10 tahun.
Ayatolah Montazeri, seorang pengeritik keras pemerintah ulama yang ia bantu bentuk dan seorang pendukung vokal oposisi, meninggal dalam usia 87 tahun, Sabtu. Pemakamannya di kota suci Qom, Senin dihadiri ratusan ribu pelayat yang memenuhi jalan-jalan, yang secara efektif mengubah upacara itu menjadi protes anti pemerintah besar-besaran yang berakhir dengan bentrokan antara polisi dan para pelayat.
Upacara peringatan Rabu di Isfahan, tempat Motatazeri memiliki banyak pendukung, dipimpin oleh ulama reformis terkemuka Ayatollah Jalaleddin Taheri. Kalame org, halaman internet milik oposisi lainnya mengatakan satu badan pemerintah yang tidak disebutkan namanya Selasa malam memerintahkan upacara peringatan itu dibatalkan dan pintu-pintu masjid itu ditutup dan dijaga pasukan keamanan. Rahesabz mengatakan pasukan keamanan juga mengepung rumah Ayatollah Taheri di Isfahan.
Montazeri dengan tegas mendukung oposisi ketika ia menolak terpilihnya kembali Presiden Ahmadinejad Juni lalu dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tajam mengecam aksi kekerasan terhadap para pengunjukrasa dan menyebut pemerintah itu "tidak sah." Pernah diduga akan menggantikan pendiri revolusi Islam tahun 1979, Ayatollah Ruhollah Khomeini, ia telah lama mengeritik pemusatan kekuasaan di tangan-tangan pemimpin tertinggi itu dan menyerukan perubahan-perubahan konstitusi untuk membatasi kekuasaannya.
Sejak kematiannya, pendukung oposisi lainnya , Ayatollah Yusuf Sanei, menghadapi tekanan dari ulama-ulama garis keras. Senin malam sekitar 1.000 anggota milisi Islam Basij menyerang kantor-kantor Sanei di Qom, memecahkan kaca-kaca jendela dan memukul stafnya.(AYB)
Ratusan polisi dan anggota pasukan keamanan Rabu pagi mengepung masjid Seyed di Isfahan tempat upacara peringatan itu diselenggarakan dan mencegah orang-orang berkabung masuk, sehingga akhirnya menimbulkan bentrokan. Para pemrotes meneriakkan yel-yel mendukung Gerakan Hijau oposisi dan polisi melepas tembakan gas air mata untuk membubarkan mereka. Tindakan keras terbaru terhadap kelompok oposisi terjadi sehari setelah pemimpin utama mereka Mir Hossein Mousavi dipecat dari jabatannya sebagai Ketua Akademi Kesenian, yang dipimpinnya selama 10 tahun.
Ayatolah Montazeri, seorang pengeritik keras pemerintah ulama yang ia bantu bentuk dan seorang pendukung vokal oposisi, meninggal dalam usia 87 tahun, Sabtu. Pemakamannya di kota suci Qom, Senin dihadiri ratusan ribu pelayat yang memenuhi jalan-jalan, yang secara efektif mengubah upacara itu menjadi protes anti pemerintah besar-besaran yang berakhir dengan bentrokan antara polisi dan para pelayat.
Upacara peringatan Rabu di Isfahan, tempat Motatazeri memiliki banyak pendukung, dipimpin oleh ulama reformis terkemuka Ayatollah Jalaleddin Taheri. Kalame org, halaman internet milik oposisi lainnya mengatakan satu badan pemerintah yang tidak disebutkan namanya Selasa malam memerintahkan upacara peringatan itu dibatalkan dan pintu-pintu masjid itu ditutup dan dijaga pasukan keamanan. Rahesabz mengatakan pasukan keamanan juga mengepung rumah Ayatollah Taheri di Isfahan.
Montazeri dengan tegas mendukung oposisi ketika ia menolak terpilihnya kembali Presiden Ahmadinejad Juni lalu dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tajam mengecam aksi kekerasan terhadap para pengunjukrasa dan menyebut pemerintah itu "tidak sah." Pernah diduga akan menggantikan pendiri revolusi Islam tahun 1979, Ayatollah Ruhollah Khomeini, ia telah lama mengeritik pemusatan kekuasaan di tangan-tangan pemimpin tertinggi itu dan menyerukan perubahan-perubahan konstitusi untuk membatasi kekuasaannya.
Sejak kematiannya, pendukung oposisi lainnya , Ayatollah Yusuf Sanei, menghadapi tekanan dari ulama-ulama garis keras. Senin malam sekitar 1.000 anggota milisi Islam Basij menyerang kantor-kantor Sanei di Qom, memecahkan kaca-kaca jendela dan memukul stafnya.(AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Feature Online Nokia 800
Aplikasi Twitter Mobile Mudah & Cepat di Lumia 800. Pre-Order .
www.nokia.com/id-id
Aplikasi Twitter Mobile Mudah & Cepat di Lumia 800. Pre-Order .
www.nokia.com/id-id
Hematnya Internetan Pakai Axis
Paket mulai dari Rp.49.000. Untuk mingguan / bulanan & aktivasi mudah.
www.axisworld.co.id
Paket mulai dari Rp.49.000. Untuk mingguan / bulanan & aktivasi mudah.
www.axisworld.co.id
