Ratusan Miliar Rupiah Berputar di Tanahabang
Tim Liputan 6 SCTV23/12/2009 18:46
Liputan6.com, Jakarta: Pasar Tanahabang, Jakarta Pusat, dibangun Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada abad ke-17. Sejak awal, pasar ini memang diperuntukkan menjual tekstil dan barang kelontong, meski sempat juga dikenal sebagai pusat perdagangan kambing. Nama "Tanahabang" diberikan pasukan Sultan Agung ketika Kerajaan Mataram menyerang Batavia. Dalam bahasa Jawa, Tanahabang berarti tanah merah.
Kini Pasar Tanahabang, menjadi tempat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Perputaran uang di tempat ini mencapai ratusan miliar rupiah per hari. Bahkan pada hari-hari tertentu menjelang hari raya, total pendapatan dari sekitar 6.000 kios mencapai triliunan rupiah. Maklum pembeli juga tidak hanya berasal dari dalam negeri, tapi juga dari negara luar khususnya dari Afrika.
Fakta tersebut membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan izin perluasan bangunan pasar Tanahabang. Hingga akhirnya terjadi peristiwa runtuhnya bangunan perluasan toilet di Tanahabang, Rabu (23/12) pagi [baca: Bangunan Ambruk di Tanahabang Renggut Korban Jiwa]. Namun, belakangan Pemprov DKI membantah memberikan izin perluasan toilet.(ZAQ/ANS)
Kini Pasar Tanahabang, menjadi tempat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Perputaran uang di tempat ini mencapai ratusan miliar rupiah per hari. Bahkan pada hari-hari tertentu menjelang hari raya, total pendapatan dari sekitar 6.000 kios mencapai triliunan rupiah. Maklum pembeli juga tidak hanya berasal dari dalam negeri, tapi juga dari negara luar khususnya dari Afrika.
Fakta tersebut membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan izin perluasan bangunan pasar Tanahabang. Hingga akhirnya terjadi peristiwa runtuhnya bangunan perluasan toilet di Tanahabang, Rabu (23/12) pagi [baca: Bangunan Ambruk di Tanahabang Renggut Korban Jiwa]. Namun, belakangan Pemprov DKI membantah memberikan izin perluasan toilet.(ZAQ/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
