Rupiah Melemah, Tembus Rp 9.500 per Dolar
Yus Ariyanto22/12/2009 10:22
Liputan6.com, Jakarta: Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (22/12) pagi, kembali turun 43 poin menembus angka batas psikologis Rp9.500 per dolar. "Situasi politik di dalam negeri yang dinilai kurang nyaman merupakan faktor utama menekan mata uang Indonesia hingga menembus level Rp9.500 per dolar," kata pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, kepada ANTARA.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah menjadi Rp9.513-Rp9.523 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.470-Rp9.485. Edwin Sinaga, yang juga Direktur Utama PT Finan Corpindo Nusa itu, mengatakan, kasus Bank Century yang makin ramai dibicarakan menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar untuk segera melepas rupiah dan membeli dolar.
Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut dan memakan waktu cukup lama, karena itu rupiah akan terus terpuruk hingga mendekati angka Rp9.600 per dolar, ucapnya. Namun, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan melakukan intervensi pasar untuk menahan tekanan pasar yang berlanjut.
Ia mengatakan, pemerintah dalam hal ini harus cepat mengambil langkah agar dapat menahan tekanan negatif itu terutama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 5,5 persen. Bila ini tidak dilakukan sedini mungkin, dikhawatirkan target ekonomi nasional 2010 sebesar 5,5 persen kemungkinan sulit dicapai.(YUS)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah menjadi Rp9.513-Rp9.523 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.470-Rp9.485. Edwin Sinaga, yang juga Direktur Utama PT Finan Corpindo Nusa itu, mengatakan, kasus Bank Century yang makin ramai dibicarakan menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar untuk segera melepas rupiah dan membeli dolar.
Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut dan memakan waktu cukup lama, karena itu rupiah akan terus terpuruk hingga mendekati angka Rp9.600 per dolar, ucapnya. Namun, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan melakukan intervensi pasar untuk menahan tekanan pasar yang berlanjut.
Ia mengatakan, pemerintah dalam hal ini harus cepat mengambil langkah agar dapat menahan tekanan negatif itu terutama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 5,5 persen. Bila ini tidak dilakukan sedini mungkin, dikhawatirkan target ekonomi nasional 2010 sebesar 5,5 persen kemungkinan sulit dicapai.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
