Pengurus Organisasi Tenis Meja Minta Maaf
Ahmad Salman20/12/2009 10:34
Liputan6.com, Palembang: Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) meminta maaf atas gagalnya pencapaian target tim tenis meja pada SEA Games XXV Laos. Sekretaris Umum Pengurus Provinsi PTMSI Sumatra Selatan Tony Pusriyadi mengatakan di Palembang, Ahad (20/12), permintaan maaf ditandatangani Ketua PB PTMSI, Taher.
Tambahnya lagi surat permintaan maaf telah diedarkan ke seluruh Pengurus PTMSI tingkat daerah, termasuk Sumsel. "Kami telah menerima surat resmi dari PB yang menyatakan permintaan maaf atas hasil kurang memuaskan yang diraih atlet tenis meja Indonesia di SEA Games Laos, beberapa waktu lalu," ujar Tony seperti dilansir ANTARA.
Tony menjelaskan, isi surat menyatakan dua poin utama. Yaitu Taher merasa patut disalahkan karena gagal mencapai target satu medali emas dan hanya meraih satu medali perunggu dari kategori beregu putra. Kemudian, Taher juga minta diberi kesempatan memperbaiki hasil buruk ini pada SEAG XXVI di Jakarta pada 2011.
Hasil yang dicapai tim tenis meja Indonesia di SEA Games Laos jauh menurun dibanding SEA Games 2007 di Thailand. Kala itu tim membawa pulang satu perak dan tiga perunggu. Hasil ini masih dianggap sebagai kegagalan karena pada SEAG 2005 di Filipina, satu medali emas berhasil diraih M. Hussein lewat nomor paling bergengsi, tunggal putra.
Meski begitu pengurus Provinsi PTMSI Sumsel juga memahami mengapa hasil negatif diperoleh tim tenis meja Indonesia. "Pada SEA Games ini memang PB PTMSI mengambil langkah berani dengan mengirimkan atlet muda usia junior dan hanya menurunkan M. Husein sebagai sebagai atlet yang sudah berpengalaman di SEA Games," ucap Tony.(YUS)
Tambahnya lagi surat permintaan maaf telah diedarkan ke seluruh Pengurus PTMSI tingkat daerah, termasuk Sumsel. "Kami telah menerima surat resmi dari PB yang menyatakan permintaan maaf atas hasil kurang memuaskan yang diraih atlet tenis meja Indonesia di SEA Games Laos, beberapa waktu lalu," ujar Tony seperti dilansir ANTARA.
Tony menjelaskan, isi surat menyatakan dua poin utama. Yaitu Taher merasa patut disalahkan karena gagal mencapai target satu medali emas dan hanya meraih satu medali perunggu dari kategori beregu putra. Kemudian, Taher juga minta diberi kesempatan memperbaiki hasil buruk ini pada SEAG XXVI di Jakarta pada 2011.
Hasil yang dicapai tim tenis meja Indonesia di SEA Games Laos jauh menurun dibanding SEA Games 2007 di Thailand. Kala itu tim membawa pulang satu perak dan tiga perunggu. Hasil ini masih dianggap sebagai kegagalan karena pada SEAG 2005 di Filipina, satu medali emas berhasil diraih M. Hussein lewat nomor paling bergengsi, tunggal putra.
Meski begitu pengurus Provinsi PTMSI Sumsel juga memahami mengapa hasil negatif diperoleh tim tenis meja Indonesia. "Pada SEA Games ini memang PB PTMSI mengambil langkah berani dengan mengirimkan atlet muda usia junior dan hanya menurunkan M. Husein sebagai sebagai atlet yang sudah berpengalaman di SEA Games," ucap Tony.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
