Tak Disiplin, Santri Dicambuk 100 Kali
Edy Junaedi18/12/2009 13:26
Liputan6.com, Polewali Mandar: Jumaruddin, santri Pesantren Hasan Yamani di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, diganjar hukuman cambuk 100 kali dengan sebilah bambu, baru-baru ini. Pasalnya, ia meninggalkan pondok pesantren tanpa izin dan kerap tak masuk kelas. Akibatnya, sekujur tubuh santri itu penuh luka memar.
Kasus penganiayaan ini terkuak, setelah Jumaruddin kabur dari pondokan dan mengadukannya ke orang tua dan kepala desa setempat. Ia mengaku sempat ditahan gurunya. Keluarga Jamaruddin yang didampingi aparat desa berencana mengadukan kasus ini ke polisi.
Direktur Pesantren Hasan Yamani Fahri Tajuddin Mahdi membenarkan pengaduan santrinya itu sebagai hukum atas sejumlah pelanggaran yang Jumaruddin. "Hukuman cambuk adalah pilihan Jumaruddin karena menolak digunduli sebagai hukuman bagi santri yang melanggar peraturan," kata Fahri.
Meski berharap kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, Fahri siap menghadapi laporan santrinya ke polisi. Sementara itu, Jumaruddin mengaku trauma dan tak ingin kembali ke pesantren.(ZAQ)
Kasus penganiayaan ini terkuak, setelah Jumaruddin kabur dari pondokan dan mengadukannya ke orang tua dan kepala desa setempat. Ia mengaku sempat ditahan gurunya. Keluarga Jamaruddin yang didampingi aparat desa berencana mengadukan kasus ini ke polisi.
Direktur Pesantren Hasan Yamani Fahri Tajuddin Mahdi membenarkan pengaduan santrinya itu sebagai hukum atas sejumlah pelanggaran yang Jumaruddin. "Hukuman cambuk adalah pilihan Jumaruddin karena menolak digunduli sebagai hukuman bagi santri yang melanggar peraturan," kata Fahri.
Meski berharap kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, Fahri siap menghadapi laporan santrinya ke polisi. Sementara itu, Jumaruddin mengaku trauma dan tak ingin kembali ke pesantren.(ZAQ)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Sent from Indosat Blackberry powered by Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
