Rayakan 1 Suro, Warga Saling Lempar Ketupat
Yudi Sutomo18/12/2009 10:17
Liputan6.com, Semarang: Menyambut datangnya Tahun Baru Islam, 1 Muharam atau 1 Suro pada Jumat (18/12), warga Desa Sidomulyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menggelar tradisi lempar ketupat. Mereka membawa ketupat dari rumahnya masing-masing dan melemparnya ke arah warga desa lain.
Usai saling serang ketupat, warga pun bermaaf-maafan. Hal itu menandakan tidak ada rasa permusuhan di antara mereka. Sebaliknya, hal itu menandakan kebersamaan seluruh warga untuk menghadapi segala masalah. Mengakhiri ritual, warga melahap hidangan yang sudah dipersiapkan bersama-sama.
Tradisi tersebut bertujuan, untuk membuang sial atau menolak bala dalam setahun ke depan. Datangnya bulan baik di penanggalan Jawa atau Islam itu diisi pula dengan acara doa bersama. Warga mengharapkan berkah Tuhan dan meminta maaf atas kesalahan yang sudah diperbuat.
Lain di Semarang, lain pula di Purwakarta, Jawa Barat. Ratusan santri memilih merayakan 1 Muharam dengan berpawai keliling kota. Lagu-lagu Islami terdengar riuh diiringi marching band.
Kegiatan pawai juga menjadi pilihan para santri di Tasikmalaya, Jabar. Yang membuat berbeda, ada kesenian reog yang berpawai dipadukan dengan musik angklung khas Bumi Pasundan. Bahkan sepeda tua dan mobil hias juga ikut menyemarakkan perayaan Tahun Baru Islam tersebut. Meski semarak, warga diharapkan tak lupa tentang makna 1 Muharam, untuk selalu berbuat yang terbaik di masa mendatang.(TES)
Usai saling serang ketupat, warga pun bermaaf-maafan. Hal itu menandakan tidak ada rasa permusuhan di antara mereka. Sebaliknya, hal itu menandakan kebersamaan seluruh warga untuk menghadapi segala masalah. Mengakhiri ritual, warga melahap hidangan yang sudah dipersiapkan bersama-sama.
Tradisi tersebut bertujuan, untuk membuang sial atau menolak bala dalam setahun ke depan. Datangnya bulan baik di penanggalan Jawa atau Islam itu diisi pula dengan acara doa bersama. Warga mengharapkan berkah Tuhan dan meminta maaf atas kesalahan yang sudah diperbuat.
Lain di Semarang, lain pula di Purwakarta, Jawa Barat. Ratusan santri memilih merayakan 1 Muharam dengan berpawai keliling kota. Lagu-lagu Islami terdengar riuh diiringi marching band.
Kegiatan pawai juga menjadi pilihan para santri di Tasikmalaya, Jabar. Yang membuat berbeda, ada kesenian reog yang berpawai dipadukan dengan musik angklung khas Bumi Pasundan. Bahkan sepeda tua dan mobil hias juga ikut menyemarakkan perayaan Tahun Baru Islam tersebut. Meski semarak, warga diharapkan tak lupa tentang makna 1 Muharam, untuk selalu berbuat yang terbaik di masa mendatang.(TES)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
