Ada 64 Transaksi Mencurigakan Saat Century Diselamatkan
Carlos Pardede17/12/2009 13:44
Liputan6.com, Jakarta: Rapat konsultasi tertutup antara Pansus Angket Century dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) masih berlangsung hari ini (17/12). PPATK antara lain mengungkapkan catatan adanya 64 transaksi mencurigakan yang terjadi pada saat Bank Century diselamatkan dengan suntikan dana Rp. 6,7 triliun.
Berdasarkan temuan 15 Desember 2008 lalu, Transaksi itu melibatkan 6 nasabah perusahaan dan 14 nasabah perorangan. Namun PPATK tidak secara lengkap menjelaskan identitas nasabah tersebut.
PPATK juga menyertakan rekap transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) senilai Rp 2 miliar ke atas. Rekap RTGS menunjukkan, ada 3.194 transaksi terkait Dana Pihak Ketiga (DPK) di atas Rp 2 miliar dengan total transaksi Rp 4,2 triliun.
"Apakah nama-nama individu itu pejabat politik atau siapa saja?" tanya Anggota DPR dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah.
Menjawab pertanyaan itu, Ketua PPATK Yunus Husein tidak memberikan penjelasan secara gamblang. Ia mengatakan masih terlalu prematur bagi lembaganya untuk menyampaikan data transaksi, mengingat penyelidikannya masih berlangsung.
Solusinya, data rahasia yang menyangkut nama-nama individu deposan diserahkan dalam amplop tertutup, yang nantinya akan diberi kode oleh pimpinan pansus. Sehingga jika data ini bocor ke media akan bisa diketahui siapa pelakunya.(MLA)
Berdasarkan temuan 15 Desember 2008 lalu, Transaksi itu melibatkan 6 nasabah perusahaan dan 14 nasabah perorangan. Namun PPATK tidak secara lengkap menjelaskan identitas nasabah tersebut.
PPATK juga menyertakan rekap transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) senilai Rp 2 miliar ke atas. Rekap RTGS menunjukkan, ada 3.194 transaksi terkait Dana Pihak Ketiga (DPK) di atas Rp 2 miliar dengan total transaksi Rp 4,2 triliun.
"Apakah nama-nama individu itu pejabat politik atau siapa saja?" tanya Anggota DPR dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah.
Menjawab pertanyaan itu, Ketua PPATK Yunus Husein tidak memberikan penjelasan secara gamblang. Ia mengatakan masih terlalu prematur bagi lembaganya untuk menyampaikan data transaksi, mengingat penyelidikannya masih berlangsung.
Solusinya, data rahasia yang menyangkut nama-nama individu deposan diserahkan dalam amplop tertutup, yang nantinya akan diberi kode oleh pimpinan pansus. Sehingga jika data ini bocor ke media akan bisa diketahui siapa pelakunya.(MLA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Sent from Indosat Blackberry powered by Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

