SBY Akan Berusaha Jadi Penengah
Donny Kurniawan17/12/2009 10:17
Liputan6.com, Kopenhagen: Ada lima hal pokok yang akan dibawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai bekal mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim. Salah satunya, menyerukan seluruh negara untuk tidak memberikan toleransi kenaikan suhu hinggga melebihi dua derajat Celcius.
Presiden dijadwalkan berpidato di KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, Kamis (17/12) waktu setempat. Sesuai misi Indonesia, SBY akan mendorong tercapainya kesepakatan global pengganti Protokol Kyoto [baca: Indonesia Menginginkan KTT Hasilkan Konsensus Global].
Dalam KTT yang rencananya dihadiri lebih dari 100 negara itu, SBY akan berupaya menjembatani negara maju dan negara berkembang. Yang tak kalah pentingnya adalah angka bantuan dari negara maju supaya dapat dijalankan dengan pengawasan atau pemantauan. Langkah ini sangat diperlukan guna mencapai target sasaran pengurangan emisi gas karbon dengan benar.
Sesaat setelah sampai di Kopenhagen, Presiden Yudhoyono langsung memanggil ketua delegasi Indonesia, Rahmat Witoelar. Mantan Menteri Lingkungan Hidup itu memaparkan laporan mengenai perkembangan KTT. Tidak berselang lama, Presiden menerima kunjungan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg yang juga akan menghadiri KTT. Kedua kepala negara itu bertukar pikiran mencari alternatif yang dapat ditempuh guna menghindari kemungkinan terjadinya deadlock.(TES/AYB)
Presiden dijadwalkan berpidato di KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, Kamis (17/12) waktu setempat. Sesuai misi Indonesia, SBY akan mendorong tercapainya kesepakatan global pengganti Protokol Kyoto [baca: Indonesia Menginginkan KTT Hasilkan Konsensus Global].
Dalam KTT yang rencananya dihadiri lebih dari 100 negara itu, SBY akan berupaya menjembatani negara maju dan negara berkembang. Yang tak kalah pentingnya adalah angka bantuan dari negara maju supaya dapat dijalankan dengan pengawasan atau pemantauan. Langkah ini sangat diperlukan guna mencapai target sasaran pengurangan emisi gas karbon dengan benar.
Sesaat setelah sampai di Kopenhagen, Presiden Yudhoyono langsung memanggil ketua delegasi Indonesia, Rahmat Witoelar. Mantan Menteri Lingkungan Hidup itu memaparkan laporan mengenai perkembangan KTT. Tidak berselang lama, Presiden menerima kunjungan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg yang juga akan menghadiri KTT. Kedua kepala negara itu bertukar pikiran mencari alternatif yang dapat ditempuh guna menghindari kemungkinan terjadinya deadlock.(TES/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

