Petarung dari Tatar Sunda
Tim Eksis SCTV17/12/2009 02:49
Liputan6.com, Cianjur: Meditasi, salah satu cara menuju relung jiwa yang damai. Upaya menenangkan diri dan menyatu dengan alam. Inilah salah satu bagian awal melatih pernapasan seni bela diri Maenpo Peupeuhan, salah satu tradisi bela diri milik Indonesia yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat.
Kekuatan, agresif, dan mengatur pernapasan menjadi bagian dari Maenpo Peupeuhan. Bela diri yang menjadi bagian dari silat ini berprinsip batur arek urang anggeus atau sebelum orang memulai, kita sudah selesai. Ini memiliki arti setiap jurus langsung menuju bagian vital lawan dan mendesak lawan tanpa ampun.
Maenpo mengandalkan kecepatan dan pukulan, tatapan tajam dan beringas demi mengintimidasi lawan. Berbagai cara seperti sepakan, tendangan, dan tonjokan menjadi bagian dari Maenpo Peupeuhan. Selain serangan, teknik pertahanan juga menjadi andalan.
Maenpo lahir sekitar akhir abad 19. Sayangnya, regenerasi Maenpo tergolong lambat. Alhasil, ketidakpopuleran Maenpo membuatnya berada di ambang kepunahan. Terlebih, rata-rata peminat dan penerus Maenpo sudah berusia dewasa. Meski begitu, bela diri ini tetaplah bagian dari tradisi Sunda. Pelestarian seni bela diri warisan leluhur tak boleh lekang oleh zaman dan tergerus seni bela diri lainnya. Seperti apa sebenarnya Maenpo Peupeuhan? Simak selengkapnya di video program Eksis edisi Rabu, 16 Desember 2009.(YNI/ANS)
Kekuatan, agresif, dan mengatur pernapasan menjadi bagian dari Maenpo Peupeuhan. Bela diri yang menjadi bagian dari silat ini berprinsip batur arek urang anggeus atau sebelum orang memulai, kita sudah selesai. Ini memiliki arti setiap jurus langsung menuju bagian vital lawan dan mendesak lawan tanpa ampun.
Maenpo mengandalkan kecepatan dan pukulan, tatapan tajam dan beringas demi mengintimidasi lawan. Berbagai cara seperti sepakan, tendangan, dan tonjokan menjadi bagian dari Maenpo Peupeuhan. Selain serangan, teknik pertahanan juga menjadi andalan.
Maenpo lahir sekitar akhir abad 19. Sayangnya, regenerasi Maenpo tergolong lambat. Alhasil, ketidakpopuleran Maenpo membuatnya berada di ambang kepunahan. Terlebih, rata-rata peminat dan penerus Maenpo sudah berusia dewasa. Meski begitu, bela diri ini tetaplah bagian dari tradisi Sunda. Pelestarian seni bela diri warisan leluhur tak boleh lekang oleh zaman dan tergerus seni bela diri lainnya. Seperti apa sebenarnya Maenpo Peupeuhan? Simak selengkapnya di video program Eksis edisi Rabu, 16 Desember 2009.(YNI/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
