Siswa SD Minta Pelajaran Siaga Bencana
Arset Kusnadi16/12/2009 22:12
Liputan6.com, Padang: Rasa trauma terhadap gempa bumi masih ada. Kehilangan sanak keluarga dan harta benda masih terngiang jelas di kepala para korban gempa bumi sekuat 7,9 skala Richter yang mengguncang Padang, Sumatra Barat, 30 September silam. Duka dan rasa khawatir juga membekas di benak para siswa sekolah dasar setempat. Untuk itu, ratusan siswa SD di Padang, Sumbar, Rabu (16/12), berunjuk rasa ke Kantor Gubernur setempat.
Dengan bernyanyi dan membentangkan spanduk yang berisikan tuntutan mereka, para siswa bergerak dari kawasan Jalan Sudirman, Padang. Ratusan siswa yang berasal dari berbagai sekolah yang berada di zona rawan bencana tsunami tersebut menuntut Pemerintah Propinsi Sumbar segera membuat kurikulum tentang siaga bencana.
Demonstrasi yang digerakkan guru-guru sekolah tersebut juga diisi dengan aksi menceritakan pengalaman saat bencana gempa terjadi di wilayah mereka. Para siswa juga mengumpulkan tanda tangan di spanduk sepanjang 40 meter sebagai bentuk dukungan terhadap materi pelajaran siaga bencana.(BJK/ANS)
Dengan bernyanyi dan membentangkan spanduk yang berisikan tuntutan mereka, para siswa bergerak dari kawasan Jalan Sudirman, Padang. Ratusan siswa yang berasal dari berbagai sekolah yang berada di zona rawan bencana tsunami tersebut menuntut Pemerintah Propinsi Sumbar segera membuat kurikulum tentang siaga bencana.
Demonstrasi yang digerakkan guru-guru sekolah tersebut juga diisi dengan aksi menceritakan pengalaman saat bencana gempa terjadi di wilayah mereka. Para siswa juga mengumpulkan tanda tangan di spanduk sepanjang 40 meter sebagai bentuk dukungan terhadap materi pelajaran siaga bencana.(BJK/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
