Tahun Depan Pemerintah Kembali Berutang  

Tim Liputan 6 SCTV
15/12/2009 20:37
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah merencanakan berutang Rp 233,666 triliun. Uang sebesar itu untuk menutup pembiayaan yang dibutuhkan guna membayar utang luar negeri dan surat berharga yang jatuh tempo, pembelian kembali (buyback) surat berharga negara, penerusan pinjaman (two step loan) dan defisit APBN 2010 yang totalnya mencapai Rp 236,129 triliun.

"Nah dengan kebutuhan pembiayaan sebesar Rp 236,129 triliun dan rencana tambahan utang sebesar Rp 233,666 triliun, pemerintah berencana menutup sisa kebutuhan pembiayaan dari sumber nonutang seperti saldo kas sebesar Rp 2,426 triliun," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto di Jakarta, Selasa (15/12).

Menurut dia, pembiayaan akan diusahakan semaksimal mungkin untuk meminimalkan biaya dan risiko sehingga pembiayaan anggaran tetap berkelanjutan. Ia menambahkan, pihaknya akan mengoptimalkan sumber pembiayaan dalam negeri untuk merealisasikan seluruh rencana utang baru itu. Kami akan meminimalisasi biaya dan risiko untuk biaya anggaran yang berkelanjutan," katanya.

Utang baru Rp 233,666 triliun direncanakan berasal dari penerbitan surat utang bruto sebesar Rp 175,061 triliun. Penerbitan surat utang akan diterbitkan dalam denominasi rupiah sebesar 70 persen dan 30 persen lainnya dalam bentuk valuta asing. Lalu dari pinjaman program yang telah memperoleh komitmen lembaga keuangan multilateral sebesar Rp 24,4 triliun.

Pinjaman program di antaranya dari Bank Dunia sebesar Rp 14,4 triliun, Asian Development Bank sebesar Rp 2 triliun, Japan International Corporation Agency Rp 3 triliun dan Agence Francaise de Development Rp 2 triliun. Pinjaman proyek direncanakan sebesar Rp 33,162 triliun, sedangkan Rp 1 triliun akan diusahakan dari pinjaman dalam negeri.

Sementara itu, pembiayaan yang dibutuhkan pada 2010 adalah untuk menutup defisit sebesar Rp 98 triliun, utang luar negeri jatuh tempo Rp 58,843 triliun, surat utang pemerintah yang jatuh tempo dan yang akan dibeli kembali (buyback) Rp 70,632 triliun dan penerusan pinjaman sebesar Rp 8,643 triliun.(JUM/ANS)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler