Engkong Gendu Setia Rehabilitasi Penderita Gangguan Jiwa
Alya Thamrin13/12/2009 13:00
Liputan6.com, Bekasi: Berawal dari rasa iba terjadap penderita gangguan jiwa, Gendu Mulatip, 97 tahun, yang menguasai ilmu akupunktur mendirikan Yayasan Galuh di Jalan Sepanjang Jaya, Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat, 27 tahun silam. Di panti seluas 3.200 meter persegi ini, ratusan penderita gangguan jiwa dirawat dan menjalani terapi ala engkong Gendu, demikian ia biasa disapa.
Kini, kondisi fisik bekas jawara asal Kampung Poncol, Bekasi Timur, itu kian lemah. Ke mana pun pergi, engkong Gendu harus menggunakan kursi roda. Ia pun dibantu sejumlah pengurus panti. "Tapi kalau pengobatan masih beliau (engkong Gendu)," ucap Kepala Seksi Perawatan Panti Galuh, Suhartono di Bekasi, baru-baru ini.
Pasien gangguan mental di panti ini diterapi dengan beberapa tahapan. Pengobatan utama yang diberikan berupa ramuan herbal. Khasiatnya memperlancar pencernaan dan bersifat menenangkan. Bagi yang hampir pulih diberikan tugas harian untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Daya tampung pasien di Panti Galuh sebenarnya hanya 200 orang. Tapi tak jarang jumlah pasien membengkak hingga sempat mencapai 280 orang. Para penghuni panti berasal dari berbagai provinsi, tingkatan usia, dan latar belakang. Tak heran, biaya operasional Panti Galuh per hari mencapai Rp 2,8 juta.
Sementara Gendu hanya mendapat penghasilan dari menyewakan delapan delman. Untuk menutupi biaya operasional, Panti Galuh dibantu subsidi pemerintah dan kebaikan donatur.(ZAQ/AYB)
Kini, kondisi fisik bekas jawara asal Kampung Poncol, Bekasi Timur, itu kian lemah. Ke mana pun pergi, engkong Gendu harus menggunakan kursi roda. Ia pun dibantu sejumlah pengurus panti. "Tapi kalau pengobatan masih beliau (engkong Gendu)," ucap Kepala Seksi Perawatan Panti Galuh, Suhartono di Bekasi, baru-baru ini.
Pasien gangguan mental di panti ini diterapi dengan beberapa tahapan. Pengobatan utama yang diberikan berupa ramuan herbal. Khasiatnya memperlancar pencernaan dan bersifat menenangkan. Bagi yang hampir pulih diberikan tugas harian untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Daya tampung pasien di Panti Galuh sebenarnya hanya 200 orang. Tapi tak jarang jumlah pasien membengkak hingga sempat mencapai 280 orang. Para penghuni panti berasal dari berbagai provinsi, tingkatan usia, dan latar belakang. Tak heran, biaya operasional Panti Galuh per hari mencapai Rp 2,8 juta.
Sementara Gendu hanya mendapat penghasilan dari menyewakan delapan delman. Untuk menutupi biaya operasional, Panti Galuh dibantu subsidi pemerintah dan kebaikan donatur.(ZAQ/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
