Wapres: Angka Kemiskinan Terus Menurun
Bogi Triyadi12/12/2009 14:48
Liputan6.com, Jakarta: Wakil Presiden Boediono mengatakan, angka kemiskinan di Indonesia sejak 1990 terus menurun dari 60 menjadi 14,1 persen pada 2009. "Ini catatan sejarah kita, penduduk miskin turun dengan pesat. Sejak 1990 angka kemiskinan turun, walaupun pada 1998 sempat naik sedikit karena ada krisis ekonomi," kata Boediono dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta, Sabtu (12/12), seperti dikutip ANTARA.
Boediono menambahkan sejak 2000 sampai 2009, angka kemiskinan berada di bawah 20 persen. Pada 2009 angka kemiskinan berada sedikit di atas 10 persen. "Dari 2000-2009 angka kemiskinan sudah di bawah 20 persen. 2009 di atas 10 persen," ucap Wapres.
Menurut Boediono, angka kemiskinan ini masih bisa ditekan. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi menanggulangi kemiskinan, yaitu struktur perekonomian dan pertumbuhan ekonomi yang baik serta program-program pemerintah bagi kesejahteraan rakyat. "Saya yakin persentase masih bisa diturunkan jika kita memanfaatkan potensi ini," ujar Boediono.
Jika potensi tersebut bisa dijalankan, Boediono yakin persentase angka kemiskinan tahun ini sebesar 14,1 persen bisa ditekan 8 hingga 10 persen pada 2014. Untuk itu, pemerintah daerah selaku pelaksana lapangan diimbau untuk benar-benar memperhatikan kesejahteraan rakyat guna mengurangi angka kemiskinan. "Ujung tombak muaranya di daerah. Itu akhirnya ada di tangan daerah, di tingkat lapangan, sehingga kita bisa mencapai angka-angka yang kita harapkan tadi," kata Wapres.(BOG/ANS)
Boediono menambahkan sejak 2000 sampai 2009, angka kemiskinan berada di bawah 20 persen. Pada 2009 angka kemiskinan berada sedikit di atas 10 persen. "Dari 2000-2009 angka kemiskinan sudah di bawah 20 persen. 2009 di atas 10 persen," ucap Wapres.
Menurut Boediono, angka kemiskinan ini masih bisa ditekan. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi menanggulangi kemiskinan, yaitu struktur perekonomian dan pertumbuhan ekonomi yang baik serta program-program pemerintah bagi kesejahteraan rakyat. "Saya yakin persentase masih bisa diturunkan jika kita memanfaatkan potensi ini," ujar Boediono.
Jika potensi tersebut bisa dijalankan, Boediono yakin persentase angka kemiskinan tahun ini sebesar 14,1 persen bisa ditekan 8 hingga 10 persen pada 2014. Untuk itu, pemerintah daerah selaku pelaksana lapangan diimbau untuk benar-benar memperhatikan kesejahteraan rakyat guna mengurangi angka kemiskinan. "Ujung tombak muaranya di daerah. Itu akhirnya ada di tangan daerah, di tingkat lapangan, sehingga kita bisa mencapai angka-angka yang kita harapkan tadi," kata Wapres.(BOG/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

