Peringati Hari HAM Sedunia dengan Demonstrasi  

Tim Liputan 6 SCTV
10/12/2009 22:01
Liputan6.com, Bandung: Ratusan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia di depan Gedung Sate Bandung dengan membakar ban bekas, Kamis (10/12). Aksi saling dorong terjadi setelah polisi berupaya mematikan api.

Dalam orasinya pendemo menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono mundur dari jabatannya karena dianggap tak mampu memimpin bangsa ini. Mereka juga menuntut ditegakkannya supremasi hukum dan melawan pemimpin yang korup serta menolak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jabar karena anggaran pendidikan sebesar 20 persen belum terealisasi.

Di Yogyakarta, gabungan mahasiswa dari berbagai elemen juga memilih merayakan Hari HAM Sedunia dengan menggelar aksi di sepanjang Jalan Malioboro. Selain menuntut penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Tanah Air, mereka memprotes kebijakan pemerintahan SBY-Boediono yang kurang meperhatikan kebutuhan dasar rakyat kecil seperti pendidikan, kesehatan, dan bahan pokok murah.

Demo memperingati Hari HAM juga dilakukan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Rakyat Melawan di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur. Nyaris terjadi kericuhan saat polisi mendesak mundur pendemo yang berorasi di tengah Jalan Gubernur Suryo Surabaya.

Pengunjuk rasa membakar boneka Presiden SBY dan Wapres Boediono sebagai simbol kegagalan pemerintah SBY menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Indonesia seperti kasus Munir, pembunuhan aktivis buruh Marsinah, dan penembakan aktivis mahasiswa 1998 yang hingga kini belum terkuak.

Sementara di Malang, Jawa Timur, puluhan aktivis Lembaga Dakwah Kampus Universitas Brawijaya menggelar unjuk rasa di Jalan Veteran. Dalam aksinya, para mahasiswa menyeru kepada dunia Islam lebih peduli terhadap kondisi rakyat Palestina. Aksi solidaritas ini berakhir setelah massa melempari bendera Israel.

Sedangkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, aktivis HAM Kota Pare-Pare berunjuk rasa dengan berjalan mundur menuju kantor pengadilan negeri setempat. Dengan pita hitam di lengan kiri sebagai tanda duka atas peradilan Indonesia, mereka menyerukan hakim pengadilan adil dalam mengambil keputusan terutama kasus pencemaran nama baik yang dinilai mengekang kebebasan berekspresi dalam mengontrol kinerja pejabat. Liputan selengkapnya simak video berikut.(YNI/AYB)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
suwahyxxx | suwahyonoxxx@yaxxx.com| 2009-12-23 10:55:46
boleh demo tapi sudah sesuai dg akhlak yg islami?

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler