Komnas HAM: Kepolisian Banyak Diadukan Masyarakat
Carlos Pardede dan Doni Indradi10/12/2009 17:57
Liputan6.com, Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam memperingati Hari HAM Sedunia, Kamis (10/12) menggelar aksi teatrikal. Aksi ini merupakan wujud simbolisasi masih terbelenggunya kemerdekaan warga negara Indonesia. Meski kemerdekaan telah diproklamirkan, masih saja ada belenggu yang mengancam jargon kebebasan itu.
Sementara itu, Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim, menyatakan, pemerintah belum menjadikan penegakan hak asasi manusia sebagai prioritas. Tidak seperti pemberantasan korupsi, yang menurut Ifdhal selalu mendapat perhatian lebih. "Tak ada terobosan-terobosan untuk mencegah pelanggaran hak asasi manusia," katanya.
Komnas HAM mencatat, institusi penegak hukum kepolisian paling banyak diadukan masyarakat terkait pelanggaran hak asasi manusia. Sepanjang 2009, sebanyak 4.926 berkas pelanggaran HAM diadukan masyarakat ke lembaga ini. Jumlah tersebut meningkat sepuluh persen dari tahun sebelumnya. Dari jumlah laporan itu, baru 111 kasus yang berhasil dituntaskan. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN/AYB)
Sementara itu, Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim, menyatakan, pemerintah belum menjadikan penegakan hak asasi manusia sebagai prioritas. Tidak seperti pemberantasan korupsi, yang menurut Ifdhal selalu mendapat perhatian lebih. "Tak ada terobosan-terobosan untuk mencegah pelanggaran hak asasi manusia," katanya.
Komnas HAM mencatat, institusi penegak hukum kepolisian paling banyak diadukan masyarakat terkait pelanggaran hak asasi manusia. Sepanjang 2009, sebanyak 4.926 berkas pelanggaran HAM diadukan masyarakat ke lembaga ini. Jumlah tersebut meningkat sepuluh persen dari tahun sebelumnya. Dari jumlah laporan itu, baru 111 kasus yang berhasil dituntaskan. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
