Usai Sidang, Prita "Dihadiahi" Gunungan Koin
Abdul Rosyid09/12/2009 19:01
Liputan6.com, Tangerang: Kekuatan rakyat memang sulit dibendung, terlebih saat pengumpulan koin untuk membantu Prita Mulyasari yang diharuskan membayar uang Rp 204 juta kepada RS Omni Internasional. Beban itu seakan tak ada artinya begitu koin-koin rakyat mengucur deras.
Bahkan para pemusik jalanan yang biasanya mencari rezeki juga turut menggalang dana untuk ibu dua anak tersebut yang pada Rabu (9/12), sedang menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten. Dalam sekejap, ratusan juta rupiah pun terkumpul. Apalagi setelah mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang hadir di persidangan ikut menyumbang Rp. 100 juta. Dan lagi-lagi, hanya air mata yang terus mengalir dari wajah Prita saat ia tiba-tiba diserahkan setumpuk koin begitu keluar ruang sidang.
Tangis bahagia, mungkin hanya itu yang bisa mewakili ucapan terima kasih Prita kepada masyarakat yang mendukungnya. Bisa jadi karena dukungan tiada henti itulah yang membuat Rumah Sakit Omni International pun berpikir ulang untuk berperang melawan Prita. Sehingga akhirnya, Omni memutuskan untuk berdamai dengan ibu berkerudung itu [baca: RS Omni Ajak Prita Berdamai].
Perdamaian memang tetap bisa dilakukan. Namun kekecewaan rakyat seperti sudah membekas terhadap hukum negeri ini yang tak pernah jelas. Selengkapnya, simak video berita ini.(BJK/AYB)
Bahkan para pemusik jalanan yang biasanya mencari rezeki juga turut menggalang dana untuk ibu dua anak tersebut yang pada Rabu (9/12), sedang menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten. Dalam sekejap, ratusan juta rupiah pun terkumpul. Apalagi setelah mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang hadir di persidangan ikut menyumbang Rp. 100 juta. Dan lagi-lagi, hanya air mata yang terus mengalir dari wajah Prita saat ia tiba-tiba diserahkan setumpuk koin begitu keluar ruang sidang.
Tangis bahagia, mungkin hanya itu yang bisa mewakili ucapan terima kasih Prita kepada masyarakat yang mendukungnya. Bisa jadi karena dukungan tiada henti itulah yang membuat Rumah Sakit Omni International pun berpikir ulang untuk berperang melawan Prita. Sehingga akhirnya, Omni memutuskan untuk berdamai dengan ibu berkerudung itu [baca: RS Omni Ajak Prita Berdamai].
Perdamaian memang tetap bisa dilakukan. Namun kekecewaan rakyat seperti sudah membekas terhadap hukum negeri ini yang tak pernah jelas. Selengkapnya, simak video berita ini.(BJK/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
