Pengunjuk Rasa Bersitegang dengan Pamdal DPR  

Fira Abdurachman dan Agus Kusno
09/12/2009 12:11
Liputan6.com, Jakarta: Kaum Muda Indonesia mulai melakukan aksi mogok makan, Rabu (9/12) siang. Sampai sejauh ini ada dua anggota organisasi asal Yogyakarta itu yang memilih menutup mulutnya dengan plester besar berwarna hitam di Lobi Gedung Nusantara 3, DPR RI, Jakarta. Mereka adalah Dadang dan Jumadi.

Sebelum memulai aksi, keduanya sempat bersitegang dengan anggota Pengamanan Dalam (pamdal) DPR karena spanduknya diambil. Untungnya, tak lama kemudian anggota Tim 9 Skandal Century dari Frakdi PDIP Maruara Sirait mendatangi lokasi.

Terjadilah dialog antara pihak pamdal, peserta aksi, dan Maruara. "Saya tersinggung," kata Dadang. Bagi dia, DPR adalah seutuhnya sebuah rumah rakyat, milik rakyat. "Saya tidak bikin ribut, tidak membawa senjata, tidak membahayakan orang lain," papar Dadang, masih penuh emosi.

Pihak pamdal punya alasan sendiri. Sepanjang pemahaman mereka, keberadaan spanduk unjuk rasa dilarang masuk di wilayah Gedung DPR. Namun ketika ditanya Maruara tentang aturannya, para anggota pamdal tak bisa menjawabnya. Berdasarkan itu pula, akhirnya pihak pamdal berjanji akan mengembalikan spanduk yang telah diambil.(EPN)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler