Protes Anti-pemerintah di Iran Kembali Berkobar
Tim Liputan 6 SCTV08/12/2009 09:16
Liputan6.com, Teheran: Situasi Ibu Kota Iran, Teheran, kembali tegang. Demonstrasi anti-pemerintah kembali digelar ribuan mahasiswa di Universitas Teheran, Senin (7/12) waktu setempat. Kejadian tersebut kembali menyulut bentrokan dengan pasukan keamanan. Dalam sebuah rekaman video amatir terlihat ribuan mahasiswa berkumpul di luar Universitas Teheran dengan membawa spanduk dan gambar pemimpin tertinggi Ayatulah Ali Khamenei sambil meneriakkan slogan antidiktator.
Sementara di salah satu sudut kampus, ribuan mahasiswa lainnya yang pro-pemerintah turut menggelar unjuk rasa. Suasana berubah memanas saat ribuan pasukan keamanan datang dan berupaya membubarkan demonstrasi anti-pemerintah. Para pengunjuk rasa kemudian mencoba kabur dengan cara berpencar, sebagian masuk ke area kampus, sementara lainnya berlari ke lapangan kota. Bentrokan pun tak terhindarkan.
Tembakan peringatan oleh milisi Basiij tak mampu menghentikan aksi para pemrotes. Milisi yang dibantu mahasiswa pro-pemerintah kemudian memukuli dan menangkapi demonstran penentang pemerintah. Belum diketahui pasti jumlah orang yang ditangkap dalam unjuk rasa tersebut. Namun akibat kembali terulangnya kerusuhan, pemerintah lantas mengeluarkan larangan peliputan bagi jurnalis mulai Senin kemarin hingga Rabu mendatang. Tak hanya itu, jaringan telepon genggam dan internet juga diputus untuk mencegah demonstran saling berhubungan. Berita selengkapnya, dapat disimak di video berikut.(BJK/ANS)
Sementara di salah satu sudut kampus, ribuan mahasiswa lainnya yang pro-pemerintah turut menggelar unjuk rasa. Suasana berubah memanas saat ribuan pasukan keamanan datang dan berupaya membubarkan demonstrasi anti-pemerintah. Para pengunjuk rasa kemudian mencoba kabur dengan cara berpencar, sebagian masuk ke area kampus, sementara lainnya berlari ke lapangan kota. Bentrokan pun tak terhindarkan.
Tembakan peringatan oleh milisi Basiij tak mampu menghentikan aksi para pemrotes. Milisi yang dibantu mahasiswa pro-pemerintah kemudian memukuli dan menangkapi demonstran penentang pemerintah. Belum diketahui pasti jumlah orang yang ditangkap dalam unjuk rasa tersebut. Namun akibat kembali terulangnya kerusuhan, pemerintah lantas mengeluarkan larangan peliputan bagi jurnalis mulai Senin kemarin hingga Rabu mendatang. Tak hanya itu, jaringan telepon genggam dan internet juga diputus untuk mencegah demonstran saling berhubungan. Berita selengkapnya, dapat disimak di video berikut.(BJK/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
