Jelang KTT Perubahan Iklim, Keamanan Diperketat
07/12/2009 19:11
Liputan6.com, Kopenhagen: Jelang dimulainya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim, keamanan di sejumlah titik di Kopenhagen, Denmark, Senin (7/12), diperketat. Ini menyusul demonstrasi besar-besaran aktivis dan penggiat lingkungan yang dinilai akan mengganggu KTT ke-15 yang diikuti delegasi dari 192 negara. Ribuan polisi disiapkan untuk menghadapi aksi itu.
Para aktivis lingkungan pesimis KTT ini akan membawa perubahan untuk perbaikan kehidupan bumi. Ancaman bagi kehidupan bumi, seperti banjir, kepunahan flora-fauna, pencairan es di kutub, serta kenaikan permukaan air laut diyakini tetap bakal menjadi masalah bagi bumi.
Karena itu, di KTT inilah negara-negara maju dinantikan kesungguhannya, sebab, umumnya, merekalah penyumbang terbesar gas hasil industri. Selama ini mereka juga yang kerapkali tawar menawar dalam target pengurangan gas buang hasil industri [baca: Komitmen Negara Maju Dipertanyakan]
Setidaknya harapan masih ada. Bulan lalu, Amerika Serikat menyatakan siap menurunkan emisi gas karbonnya sebesar 17 persen pada 2020 mendatang. Sedangkan Uni Eropa 20 persen, Australia 25 persen, dan Jepang 25 persen. Komitmen ini ditambah paket kompensasi pembiayaan sebesar paling tidak US$ 10 miliar setiap tahun sampai 2010 untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi dampak perubahan iklim. Selengkapnya simak video berita ini.(BOG/AYB)
Para aktivis lingkungan pesimis KTT ini akan membawa perubahan untuk perbaikan kehidupan bumi. Ancaman bagi kehidupan bumi, seperti banjir, kepunahan flora-fauna, pencairan es di kutub, serta kenaikan permukaan air laut diyakini tetap bakal menjadi masalah bagi bumi.
Karena itu, di KTT inilah negara-negara maju dinantikan kesungguhannya, sebab, umumnya, merekalah penyumbang terbesar gas hasil industri. Selama ini mereka juga yang kerapkali tawar menawar dalam target pengurangan gas buang hasil industri [baca: Komitmen Negara Maju Dipertanyakan]
Setidaknya harapan masih ada. Bulan lalu, Amerika Serikat menyatakan siap menurunkan emisi gas karbonnya sebesar 17 persen pada 2020 mendatang. Sedangkan Uni Eropa 20 persen, Australia 25 persen, dan Jepang 25 persen. Komitmen ini ditambah paket kompensasi pembiayaan sebesar paling tidak US$ 10 miliar setiap tahun sampai 2010 untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi dampak perubahan iklim. Selengkapnya simak video berita ini.(BOG/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
