Warga Suku Asli Tuntut Jadi Ketua DPRD
Nico Pattipawaw07/12/2009 18:38
Liputan6.com, Manokwari: Ratusan warga suku asli Arfak Manokwari, Senin (7/12) siang, mendobrak pintu gerbang kantor Gubenur Papua Barat. Tak hanya itu, massa yang berhamburan masuk merusak apa saja yang ada di kantor pemerintahan daerah itu. Sejumlah pintu kaca dan pot bunga hancur berantakan.
Emosi massa semakin bertambah ketika aparat Brigade Mobil yang datang ke lokasi berusaha membubarkan mereka dengan menggunakan senjata. Dalam aksi tersebut, massa menuntut agar Obet Arik Ayok, salah satu kepala suku asli Arfak Manokwari, diloloskan menjadi Ketua DPRD Provinsi Papua Barat. Pendemo menilai, mengacu pada ketentuan otonomi khusus, warga asli Papua diberi kesempatan untuk memimpin daerahnya sendiri.
Saat demonstrasi berlangsung, Gubernur Rahimin Kacong sedang tak ada di tempat. Sedangkan wakil gubernur belum bisa dimintai konfirmasi. Hingga kini, ketua DPRD Papua Barat belum ditetapkan. Jabatan sementara ketua DPRD kini dipegang Partai Golkar. Selengkapnya simak video berita ini.(BOG/AYB)
Emosi massa semakin bertambah ketika aparat Brigade Mobil yang datang ke lokasi berusaha membubarkan mereka dengan menggunakan senjata. Dalam aksi tersebut, massa menuntut agar Obet Arik Ayok, salah satu kepala suku asli Arfak Manokwari, diloloskan menjadi Ketua DPRD Provinsi Papua Barat. Pendemo menilai, mengacu pada ketentuan otonomi khusus, warga asli Papua diberi kesempatan untuk memimpin daerahnya sendiri.
Saat demonstrasi berlangsung, Gubernur Rahimin Kacong sedang tak ada di tempat. Sedangkan wakil gubernur belum bisa dimintai konfirmasi. Hingga kini, ketua DPRD Papua Barat belum ditetapkan. Jabatan sementara ketua DPRD kini dipegang Partai Golkar. Selengkapnya simak video berita ini.(BOG/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
