Petasan Tewaskan 109 Orang di Rusia
Rinaldo06/12/2009 23:04
Liputan6.com, Perm: Paling tidak 109 orang tewas dan 134 lainnya cedera ketika terjadi kebakaran akibat ledakan petasan yang menghantam sebuah klub malam Rusia. Klub itu sedang ramai pengunjung dan mereka berebut ke luar untuk menyelamatkan diri dari gumpalan asap hitam beracun.
Pertunjukan petasan di klub malam Lame Horse, Kota Perm, Rusia, Jumat (4/12) malam waktu setempat, mengalami kesalahan yang menimbulkan kebakaran di pelapis langit-langit dan dinding dalam satu acara memperingati ulang tahun kedelapan klub itu.
Ketika para peserta acara berebut ke luar melalui satu-satunya pintu, sejumlah mereka jatuh dan kemudian terinjak sampai tewas. Para dokter mengatakan banyak dari mereka yang dibawa ke rumah sakit masih hidup dengan menggunakan alat pernafasan. Sejumlah mereka yang cedera parah telah dikirim ke unit-unit khusus di Moskow, St Petersburg dan kota-kota lain.
Presiden Dmitry Medvedev memerintahkan hari berkabung nasional Senin besok dan meminta para pemilik klub itu dikenakan hukuman berat. Ia mengatakan para pemilik klub itu berulang-ulang diperingatkan bahwa kompleks itu tidak aman. Demikian ditulis ANTARA.
Menteri Dalam Negeri Rashid Nurgaliyev mengemukakan kepada Medvedev tidak ada bukti ledakan bom. Para jaksa Rusia mengatakan lima karyawan termasuk pemilik dan para pendiri klub itu telah ditahan karena diduga melanggar peraturan-peraturan menyangkut kebakaran dan pembunuhan.(ADO)
Pertunjukan petasan di klub malam Lame Horse, Kota Perm, Rusia, Jumat (4/12) malam waktu setempat, mengalami kesalahan yang menimbulkan kebakaran di pelapis langit-langit dan dinding dalam satu acara memperingati ulang tahun kedelapan klub itu.
Ketika para peserta acara berebut ke luar melalui satu-satunya pintu, sejumlah mereka jatuh dan kemudian terinjak sampai tewas. Para dokter mengatakan banyak dari mereka yang dibawa ke rumah sakit masih hidup dengan menggunakan alat pernafasan. Sejumlah mereka yang cedera parah telah dikirim ke unit-unit khusus di Moskow, St Petersburg dan kota-kota lain.
Presiden Dmitry Medvedev memerintahkan hari berkabung nasional Senin besok dan meminta para pemilik klub itu dikenakan hukuman berat. Ia mengatakan para pemilik klub itu berulang-ulang diperingatkan bahwa kompleks itu tidak aman. Demikian ditulis ANTARA.
Menteri Dalam Negeri Rashid Nurgaliyev mengemukakan kepada Medvedev tidak ada bukti ledakan bom. Para jaksa Rusia mengatakan lima karyawan termasuk pemilik dan para pendiri klub itu telah ditahan karena diduga melanggar peraturan-peraturan menyangkut kebakaran dan pembunuhan.(ADO)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
