SBY: Saya Sudah Minta Aparat Berjaga
06/12/2009 13:18
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan punya fakta dan bukti kuat adanya rencana gerakan-gerakan sosial bermotif politik terkait rencana peringatan Hari Antikorupsi Internasional pada 9 Desember mendatang. Oleh karena itu, pihaknya telah meminta aparat keamanan untuk mengantisipasi gerakan-gerakan tersebut.
"Saya sudah dapat pengetahuan yang relatif lengkap tentang apa, siapa, dan siapa yang dituju dari gerakan 9 Desember," ujar Kepala Negara yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dalam sambutan dalam Rapimnas III PD di JCC, Senayan, Jakarta, Ahad (6/12).
Tudingan Presiden Yudhoyono soal adanya gerakan poltik pada peringatan Hari Antikorupsi 9 Desember mendatang dibantah Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak). Termasuk pertemuan dengan tokoh-tokoh nasional. Kompak menilai pernyataan Presiden itu terlalu mengada-ada. Karena itu, mereka menuntut permintaan maaf Presiden SBY.(JUM)
"Saya sudah dapat pengetahuan yang relatif lengkap tentang apa, siapa, dan siapa yang dituju dari gerakan 9 Desember," ujar Kepala Negara yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dalam sambutan dalam Rapimnas III PD di JCC, Senayan, Jakarta, Ahad (6/12).
Tudingan Presiden Yudhoyono soal adanya gerakan poltik pada peringatan Hari Antikorupsi 9 Desember mendatang dibantah Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak). Termasuk pertemuan dengan tokoh-tokoh nasional. Kompak menilai pernyataan Presiden itu terlalu mengada-ada. Karena itu, mereka menuntut permintaan maaf Presiden SBY.(JUM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
