Generasi Muda Pembuat Canting Batik Makin Langka
Alya Thamrin dan Rudi Utomo06/12/2009 14:04
Liputan6.com, Tasikmalaya: Bengkel kecil di Kampung Burujul, Tasikmalaya, Jawa Barat ini, menjadi saksi pasang surutnya perkembangan batik Tasik. Semula, Emon Juarto membuat canting di bengkel ini. Namun, sejak katarak setahun silam mulai mengganggu penghilatannya, pria 78 tahun itu berhenti membuat canting. Beruntung, dua rekannya, Didi serta Wowon, bisa melanjutkan usaha yang sudah dirintisnya sejak 1948, di Jakarta.
Awalnya, Momon, begitu Emon biasa disapa, dikenal sebagai pembuat canting atau cetakan batik cap, terkenal hingga ke Ibu Kota. Karena matanya, kini Momo berganti peran, yakni sebagai penerima order, penyedia bahan dan bengkel pembuatan.
Canting dibuat dari lempengan plat tembaga yang dipotong dengan ukuran tertentu. Plat tersebut kemudian diberi titik serta digunting mengikuti pola dasar. Setelah itu dibentuk sesuai pola yang diinginkan dan terakhir dipasang pada cetakan.
Harga jual satu canting batik cap bervariasi. Harganya berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Sebuah canting batik cap, kreasi kelompok Momon, dibuat dalam jangka waktu dua pekan. Masa pembuatan memang cukup lama, karena memerlukan ketelitian dan ketekunan yang tinggi.
Karena itu pula, generasi sekarang kurang berminat mewarisi keterampilan dan tradisi turun temurun. Selain hasil pembuatan canting tidak sebesar yang diharapkan, mereka lebih melirik bidang lain yang menjanjikan dari sisi penghasilan. Selengkapnya simak video berita ini.(BOG/ETA)
Awalnya, Momon, begitu Emon biasa disapa, dikenal sebagai pembuat canting atau cetakan batik cap, terkenal hingga ke Ibu Kota. Karena matanya, kini Momo berganti peran, yakni sebagai penerima order, penyedia bahan dan bengkel pembuatan.
Canting dibuat dari lempengan plat tembaga yang dipotong dengan ukuran tertentu. Plat tersebut kemudian diberi titik serta digunting mengikuti pola dasar. Setelah itu dibentuk sesuai pola yang diinginkan dan terakhir dipasang pada cetakan.
Harga jual satu canting batik cap bervariasi. Harganya berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Sebuah canting batik cap, kreasi kelompok Momon, dibuat dalam jangka waktu dua pekan. Masa pembuatan memang cukup lama, karena memerlukan ketelitian dan ketekunan yang tinggi.
Karena itu pula, generasi sekarang kurang berminat mewarisi keterampilan dan tradisi turun temurun. Selain hasil pembuatan canting tidak sebesar yang diharapkan, mereka lebih melirik bidang lain yang menjanjikan dari sisi penghasilan. Selengkapnya simak video berita ini.(BOG/ETA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
