Bila Angket Gagal, Golkar Bisa Cepat Terpuruk
Anri Syaiful05/12/2009 17:25
Liputan6.com, Jakarta: Terpilihnya Idrus Marham sebagai Ketua Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century menuai pro-kontra. Tokoh senior Partai Golkar Pinantun Hutasoit, misalnya, khawatir pelaksanaan hak angket Bank Century di Dewan Perwakilan Rakyat gagal karena hal itu bisa mempercepat "jatuhnya" (terpuruknya) Partai Golkar.
"Saya khawatir pelaksanaan hak angket itu gagal dan masyarakat tak terpuaskan terhadap tuntutan tersebut. Itu bisa saja terjadi jika birokrasi akan melakukan proteksi secara tertutup atau terbuka, atas kasus yang diduga melibatkan beberapa tokoh tersebut," kata Pinantun di Jakarta, Sabtu (5/12), seperti dikutip ANTARA.
Mengenai terpilihnya Idrus Marham, mantan anggota Dewan Penasihat Partai Golkar ini mengatakan, Idrus Marham jelas dijadikan sasaran tembak jika pelaksanaan hak angket tak memenuhi harapan publik. "Padahal dia adalah sekjen (sekretaris jenderal) partai, ini berimplikasi. Partai Golkar yang berasal dari Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar bisa menjadi bulan-bulanan kemarahan rakyat dan itu bisa mempercepat kejatuhan Golkar," katanya.
"Saya tidak berharap seperti itu, tapi Ketua Umum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Golkar seakan tidak mafhum pada dampak ini sehingga muncul pertanyaan...mau dibawa ke mana Golkar pergi," ujarnya. Mantan Ketua DPP Golkar ini meyakini, banyak kawan-kawan kader partai berlambang pohon beringin yang merasa terpanggil untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan partai.
"Saya percaya, banyak kawan seperjuangan yang ingin menyelamatkan partai dari kemungkinan kejatuhan," katanya. Dia mengingatkan, Partai Golkar hendaknya tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan sangat pragmatis, karena jika hal itu dilakukan bisa sangat mengganggu perkembangan, pembinaan dan kelanjutan partai. "Jika itu terjadi, ada pertanyaan besar apakah para pemimpin partai bisa membangkitkan Partai Golkar dari keberadaan politik seperti ini," kata Pinantun.
Kemarin malam, Idrus yang juga Sekjen DPP Partai Golkar terpilih sebagai Ketua Panitia Angket Kasus Bank Century melalui mekanisme pemungutan suara (voting) pada rapat panitia angket di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta. Hak angket diusung para anggota Dewan untuk mengungkap kasus Bank Century yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 6,7 triliun [baca: Idrus Marham Pimpin Pansus Hak Angket Century].
Tak lama berselang, malam yang sama, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan partainya tidak menginginkan adanya pemakzulan terkait kasus Bank Century. Golkar juga menginginkan pemerintah diberi kesempatan menjalankan pembangunan sebaik-baiknya tanpa gangguan ataupun kecurigaan. "Hal yang harus diupayakan adalah membuka kasus Bank Century itu sampai selesai," kata Aburizal alias Ical [baca: Golkar Tidak Inginkan Pemakzulan].(ANS)
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
