Delapan Jasad Wartawan di Filipina Dimakamkan
Tim Liputan 6 SCTV05/12/2009 00:47
Liputan6.com, General Santos: Delapan wartawan yang tewas dalam pembantaian 57 orang di Filipina selatan telah dimakamkan di Kota General Santos, Jumat (4/12) waktu setempat. Mereka menjadi korban dalam pembantaian rombongan keluarga dan pendukung Ismael Mangudadatu. Dari 57 korban tewas, 31 di antaranya adalah wartawan beserta staf mereka [baca: Wartawan dan Aktivis Filipina Kecam Pembantaian].
Hari ini pula tentara dan polisi Filipina menyerbu tempat kediaman klan Ampatuan di Kota Sharif Aguak, Ibu Kota Maguindanao. Saat menggeledah militer Filipina menyita berbagai barang bukti yakni senjata dan amunisi milik anggota klan Ampatuan, tersangka pembantaian.
Polisi juga menyita tiga kendaraan lapis baja. Aparat juga berhasil mengusut keberadaan senjata otomatis yang digunakan dalam pembantaian disembunyikan atau ditanam.
Kini penelusuran terhadap klan Ampatuan melebar. Kepala Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Victor Ibrado memerintahkan penyelidikan. Mereka ingin mengungkap muasal persenjataan militer bisa berada di tangan klan Ampatuan yang merupakan keluarga politisi.
Kendati demikian, selain Andal Ampatuan junior yang sudah menjadi tersangka, belum jelas ada tidaknya anggota klan Ampatuan lain yang bakal ditangkap. Menurut Menteri Kehakiman Agnes Devanadera, 11 orang termasuk Ampatuan senior segera dipanggil untuk penyidikan awal di Manila, 14 Desember nanti. Mereka disangka turut terkait pembantaian. Selengkapnya simak video berikut.(AIS/ANS)
Hari ini pula tentara dan polisi Filipina menyerbu tempat kediaman klan Ampatuan di Kota Sharif Aguak, Ibu Kota Maguindanao. Saat menggeledah militer Filipina menyita berbagai barang bukti yakni senjata dan amunisi milik anggota klan Ampatuan, tersangka pembantaian.
Polisi juga menyita tiga kendaraan lapis baja. Aparat juga berhasil mengusut keberadaan senjata otomatis yang digunakan dalam pembantaian disembunyikan atau ditanam.
Kini penelusuran terhadap klan Ampatuan melebar. Kepala Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Victor Ibrado memerintahkan penyelidikan. Mereka ingin mengungkap muasal persenjataan militer bisa berada di tangan klan Ampatuan yang merupakan keluarga politisi.
Kendati demikian, selain Andal Ampatuan junior yang sudah menjadi tersangka, belum jelas ada tidaknya anggota klan Ampatuan lain yang bakal ditangkap. Menurut Menteri Kehakiman Agnes Devanadera, 11 orang termasuk Ampatuan senior segera dipanggil untuk penyidikan awal di Manila, 14 Desember nanti. Mereka disangka turut terkait pembantaian. Selengkapnya simak video berikut.(AIS/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
