Karyawan PLN Tolak Dahlan Iskan
Achmad Yani Yustiawan04/12/2009 23:27
Liputan6.com, Jakarta: Karyawan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan tegas menolak Dahlan Iskan yang disebut-sebut bakal jadi orang nomor satu di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kelistrikan itu. Menurut Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN, Ahmad Daryoko, kepada ANTARA, Jumat (4/12), selain yang bersangkutan diragukan kompetensinya, juga diduga kuat akan menimbulkan konflik kepentingan.
Siang tadi, ratusan karyawan yang digerakkan SP PLN berunjuk rasa menolak kemungkinan Dahlan jadi Direktur Utama di perusahaan tersebut. Demonstrasi diikuti ratusan orang anggota SP PLN yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya dari PLN Pusat, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Pada bagian lain Daryoko menjelaskan, konflik kepentingan yang mungkin timbul karena sebenarnya Dahlan Iskan adalah pemilik PLTU Embalut 2 x 25 Megawatt yang berlokasi di Kaltim. "Masak, sebelumnya dia jadi penjual (listrik) lalu mau jadi dirut. Lantas setelah menjadi dirut bisa berperan ganda sebagai penjual sekaligus pembeli," katanya.
Daryoko tidak menafikan pengalaman dan kesuksesan Dahlan Iskan mengembangkan kelompok usaha Jawa Pos. "Namun, untuk kompetensi di bidang ketenagalistrikan, kami sangat meragukan," katanya. Dari sisi kepemimpinan pun ia masih kurang. Karena, menurut Daryoko, ketenagalistrikan adalah bisnis energi yang padat teknologi dan modal.
Sementara itu, Haryoto, dari Dewan Pimpinan Pusat SP PLN Jatim, mengaku tahu persis kurangnya kompetensi Dahlan jika memimpin PLN. "Jika orang seperti Dahlan Iskan memimpin PLN, ia akan menganggap listrik sebagai komoditi," katanya.
Sebelumnya, santer terdengar kabar bahwa Dahlan akan segera menduduki pos baru sebagai Dirut PT PLN. Namun tidak begitu jelas kenapa pilihan jatuh kepada dia [baca: Pemimpin Media Kandidat Dirut PLN].(IAN/ANS)
Siang tadi, ratusan karyawan yang digerakkan SP PLN berunjuk rasa menolak kemungkinan Dahlan jadi Direktur Utama di perusahaan tersebut. Demonstrasi diikuti ratusan orang anggota SP PLN yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya dari PLN Pusat, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Pada bagian lain Daryoko menjelaskan, konflik kepentingan yang mungkin timbul karena sebenarnya Dahlan Iskan adalah pemilik PLTU Embalut 2 x 25 Megawatt yang berlokasi di Kaltim. "Masak, sebelumnya dia jadi penjual (listrik) lalu mau jadi dirut. Lantas setelah menjadi dirut bisa berperan ganda sebagai penjual sekaligus pembeli," katanya.
Daryoko tidak menafikan pengalaman dan kesuksesan Dahlan Iskan mengembangkan kelompok usaha Jawa Pos. "Namun, untuk kompetensi di bidang ketenagalistrikan, kami sangat meragukan," katanya. Dari sisi kepemimpinan pun ia masih kurang. Karena, menurut Daryoko, ketenagalistrikan adalah bisnis energi yang padat teknologi dan modal.
Sementara itu, Haryoto, dari Dewan Pimpinan Pusat SP PLN Jatim, mengaku tahu persis kurangnya kompetensi Dahlan jika memimpin PLN. "Jika orang seperti Dahlan Iskan memimpin PLN, ia akan menganggap listrik sebagai komoditi," katanya.
Sebelumnya, santer terdengar kabar bahwa Dahlan akan segera menduduki pos baru sebagai Dirut PT PLN. Namun tidak begitu jelas kenapa pilihan jatuh kepada dia [baca: Pemimpin Media Kandidat Dirut PLN].(IAN/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
