NATO Tambah 7.000 Serdadu ke Afghanistan
Tessa Filzana Sari04/12/2009 21:25
Liputan6.com, Brussels: Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setuju untuk menambah pasukan untuk membantu Amerika Serikat perihal perang di Afghanistan. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen dalam sebuah konferensi pers di Brussels, Belgia, Jumat (4/12).
"Setidaknya 25 negara akan mengirimkan pasukannya pada misi 2010. Mereka menawarkan sekitar 7.000 personel baru dan masih akan bertambah...Itu adalah aksi solidaritas dan akan menghasilkan dampak yang kuat," kata Rasmussen, seperti dikutip Reuters. Sekjen NATO mengatakan, penambahan pasukan itu menjadikan total tentara di Afghanistan menjadi 140.000 orang.
Rasmussen mengatakan pentingnya peta baru untuk operasi NATO di Afghanistan, termasuk penambahan tentara, penambahan dana, dan penambahan latihan bagi pasukan keamanan Afghan. Dan paling penting, tentunya menundukkan militan Taliban.
AS telah menyatakan mengenai pengurangan pasukan dari Afghanistan pada pertengahan 2011, dan sekaligus menetapkan tenggat waktu bagi militer Afghan untuk mengambil alih. "Transisi tidak berarti keluar," jelas Rasmussen. "Kami tidak akan meninggalkan Afghan di tangan para teroris dan ektremis. Hal itu tidak akan terjadi," tambah dia.(TES/ANS)
"Setidaknya 25 negara akan mengirimkan pasukannya pada misi 2010. Mereka menawarkan sekitar 7.000 personel baru dan masih akan bertambah...Itu adalah aksi solidaritas dan akan menghasilkan dampak yang kuat," kata Rasmussen, seperti dikutip Reuters. Sekjen NATO mengatakan, penambahan pasukan itu menjadikan total tentara di Afghanistan menjadi 140.000 orang.
Rasmussen mengatakan pentingnya peta baru untuk operasi NATO di Afghanistan, termasuk penambahan tentara, penambahan dana, dan penambahan latihan bagi pasukan keamanan Afghan. Dan paling penting, tentunya menundukkan militan Taliban.
AS telah menyatakan mengenai pengurangan pasukan dari Afghanistan pada pertengahan 2011, dan sekaligus menetapkan tenggat waktu bagi militer Afghan untuk mengambil alih. "Transisi tidak berarti keluar," jelas Rasmussen. "Kami tidak akan meninggalkan Afghan di tangan para teroris dan ektremis. Hal itu tidak akan terjadi," tambah dia.(TES/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
