Ketua KPU Bantah Terima Dana Century
Tim Liputan 6 SCTV03/12/2009 19:17
Liputan6.com, Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Abdul Hafidz Anshari membantah tudingan Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), lembaganya menerima aliran dana talangan (bailout) Bank Century. "Kita tidak pernah menerima, teman-teman yang lain juga sudah saya konfirmasi tidak ada yang menerima. Dalam bentuk apa pun karena memang tidak boleh," jelas Hafidz di Jakarta, Kamis (3/12).
Lembaga Fox Indonesia pun terkena getahnya. Dan tuduhan itu dibantah Direktur Fox Indonesia Choel Malarangeng. Ia menganggap tudingan itu fitnah. Choel menilai pernyataan Bendera harus dipertanggungjawabkan di depan hukum. Menurutnya, nama baik konsultan politik itu telah tercemar.
Di lain pihak, Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengaku partai yang menjadi kendaraan politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bersih dari aliran dana yang ilegal. Tudingan Bendera menyebut beberapa lembaga seperti KPU, Fox Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, dan Partai Demokrat menikmati dana berjumlah miliaran rupiah itu [baca: Hartati Murdaya Juga Laporkan Bendera]. Saksikan selengkapnya video berikut ini.(AIS)
Lembaga Fox Indonesia pun terkena getahnya. Dan tuduhan itu dibantah Direktur Fox Indonesia Choel Malarangeng. Ia menganggap tudingan itu fitnah. Choel menilai pernyataan Bendera harus dipertanggungjawabkan di depan hukum. Menurutnya, nama baik konsultan politik itu telah tercemar.
Di lain pihak, Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengaku partai yang menjadi kendaraan politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bersih dari aliran dana yang ilegal. Tudingan Bendera menyebut beberapa lembaga seperti KPU, Fox Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, dan Partai Demokrat menikmati dana berjumlah miliaran rupiah itu [baca: Hartati Murdaya Juga Laporkan Bendera]. Saksikan selengkapnya video berikut ini.(AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
