Dua Bocah Ambon Terkapar karena Kekurangan Gizi
Sahlan Heluth02/12/2009 12:32
Liputan6.com, Ambon: Ironis. Kata itu boleh jadi mewakili keadaan dua balita asal Ambon, Maluku, Laode dan Samuria, yang kurus tak berdaya akibat gizi buruk. Satu sisi masih banyak orang berlomba untuk mengorupsi uang rakyat dan terus menumpuk harta sambil tertawa karena tidak terjamah hukum. Di sisi lain, dua balita yang diketahui itu harus bergulat dengan kemiskinan dan penderitaan, Rabu (2/12).
Sang ibu, Dahlia, mengaku tidak mampu memberikan makanan yang cukup bagi kedua anaknya lantaran tidak memiliki cukup uang. Lantas, siapa yang patut disalahkan dengan keadaan dua bocah itu? Bukan salah mereka berdua. Juga bukan salah kedua orangtuanya. Karena kemiskinanlah yang menyebabkan keduanya menderita gizi buruk. Hingga kini, keduanya berada di rumah sakit setempat.
Kedua bocah itu hanya sedikit gambaran kemiskinan masih menjadi bagian hidup sebagian besar masyarakat Indonesia. Seandainya tidak ada korupsi, mungkin akan cukup biaya atau lapangan pekerjaan bagi orang tua Laode dan Samuria sehingga keduanya tidak harus menderita.(ASW)
Sang ibu, Dahlia, mengaku tidak mampu memberikan makanan yang cukup bagi kedua anaknya lantaran tidak memiliki cukup uang. Lantas, siapa yang patut disalahkan dengan keadaan dua bocah itu? Bukan salah mereka berdua. Juga bukan salah kedua orangtuanya. Karena kemiskinanlah yang menyebabkan keduanya menderita gizi buruk. Hingga kini, keduanya berada di rumah sakit setempat.
Kedua bocah itu hanya sedikit gambaran kemiskinan masih menjadi bagian hidup sebagian besar masyarakat Indonesia. Seandainya tidak ada korupsi, mungkin akan cukup biaya atau lapangan pekerjaan bagi orang tua Laode dan Samuria sehingga keduanya tidak harus menderita.(ASW)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
