Kerajinan dari Ban Bekas
Sugihartono dan Dwi Ajinovyanto02/12/2009 06:12
Liputan6.com, Tegal: Ban bekas sepertinya dianggap barang tak berharga. Namun di tangan warga Desa Kabunan, Tegal, Jawa Tengah, ban diolah jadi benda bernilai ekonomi. Seperti yang dilakukan Bakir. Ia sudah menekuni usaha kerajinan ban bekas sejak 1990 lalu. Bermodal satu juta rupiah Bakir mengumpulkan ban bekas dari pemasok di Yogyakarta dan Jakarta. Kemudian dengan peralatan sederhana, seperti pisau, paku, dan martil, ban bekas diolah menjadi berbagai benda mulai dari sandal, tempat sampah, vas bunga hingga kursi.
Dalam satu bulan Bakir bisa menghasilkan ratusan berbagai barang dengan omzet Rp 10 juta. Berkat usaha ban bekas ini ia sanggup menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN)
Dalam satu bulan Bakir bisa menghasilkan ratusan berbagai barang dengan omzet Rp 10 juta. Berkat usaha ban bekas ini ia sanggup menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

