Pengamat: Komitmen Panitia Angket Century Perlu dipertanyakan
Bogi Triyadi29/11/2009 17:38
Liputan6.com, Jakarta: Peneleti Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi mempertanyakan komitmen elite politik yang akan menjadi panitia angket kasus Bank Century dalam menyelesaikan kasus tersebut. "Mereka layak dipertanyakan komitmennya," kata Burhanuddin di Jakarta, Ahad (29/11), seperti dikutip ANTARA. "Karena kuatnya aroma dan ambisi politik yang bersembunyi di balik retorika mereka."
Ia menilai, setelah Partai Demokrat ikut menandatangani hak angket kasus Bank Century, praktis debat menganai menolak atau mendukung menjadi tak relevan lagi. "Pertarungan akan terjadi lebih frontal di internal pengusul angket, menguasai panitia angket akan sangat menentukan keputusan," ucap Burhanuddin.
Karena, lanjut pengamat politik Universitas Paramadina itu, setiap fraksi berkepentingan mendudukkan kadernya di panitia angket untuk memuluskan target politikya. Menurut Burhanuddin, hal tersebut terjadi lantaran setiap fraksi punya target yang berbeda-beda.
"Ada yang berkepentingan menyasar (Presiden) SBY, dan ada yang sudah puas menjadikan (Wakil Presiden) Boediono dan (Menteri Keuangan) Sri Mulyani sebagai kambing hitam," ujar Burhanuddin.
Namun, kata Burhanuddin, mereka tidak berani menyentuh Presiden SBY karena merupakan bagian dari koalisi pemerintah. Ia juga menilai, mereka mengail di air keruh dengan cukup menargetkan Boediono dan Sri. Jika keduanya terpental, katanya, ada senior partai mereka yang akan menjadi menteri "at large".
"Kasus Century hanya jadi pertarungan lingkaran dalam SBY untuk menaikkan posisi tawar mereka dan bagian dari 'warming up' pemilu 2014," kata Burhanuddin.(BOG)
Ia menilai, setelah Partai Demokrat ikut menandatangani hak angket kasus Bank Century, praktis debat menganai menolak atau mendukung menjadi tak relevan lagi. "Pertarungan akan terjadi lebih frontal di internal pengusul angket, menguasai panitia angket akan sangat menentukan keputusan," ucap Burhanuddin.
Karena, lanjut pengamat politik Universitas Paramadina itu, setiap fraksi berkepentingan mendudukkan kadernya di panitia angket untuk memuluskan target politikya. Menurut Burhanuddin, hal tersebut terjadi lantaran setiap fraksi punya target yang berbeda-beda.
"Ada yang berkepentingan menyasar (Presiden) SBY, dan ada yang sudah puas menjadikan (Wakil Presiden) Boediono dan (Menteri Keuangan) Sri Mulyani sebagai kambing hitam," ujar Burhanuddin.
Namun, kata Burhanuddin, mereka tidak berani menyentuh Presiden SBY karena merupakan bagian dari koalisi pemerintah. Ia juga menilai, mereka mengail di air keruh dengan cukup menargetkan Boediono dan Sri. Jika keduanya terpental, katanya, ada senior partai mereka yang akan menjadi menteri "at large".
"Kasus Century hanya jadi pertarungan lingkaran dalam SBY untuk menaikkan posisi tawar mereka dan bagian dari 'warming up' pemilu 2014," kata Burhanuddin.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

