Permukiman Bantaran Sungai Brantas Rawan Longsor
Bambang Ronggo29/11/2009 09:38
Liputan6.com, Jombang: Warga di tujuh desa di Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, meningkatkan kewaspadaan karena permukiman mereka rawan banjir dan longsor. Ini akibat jebolnya tanggul di bantaran Sungai Brantas sepanjang 25 meter lantaran penambangan pasir mekanik.
Pantauan SCTV, baru-baru ini, terkikisnya tanggul membuat sejumlah warga yang melintas di pinggiran tanggul ketakutan karena longsor bisa terjadi sewaktu-waktu. Aktivitas pertambangan pasir telah dilakukan sejak 20 tahun silam. Penambang masih beroperasi meski warga telah berulang kali melarang kegiatan ini. Warga berharap pemerintah daerah setempat lebih tegas menangani penambang pasir.(YNI/ANS)
Pantauan SCTV, baru-baru ini, terkikisnya tanggul membuat sejumlah warga yang melintas di pinggiran tanggul ketakutan karena longsor bisa terjadi sewaktu-waktu. Aktivitas pertambangan pasir telah dilakukan sejak 20 tahun silam. Penambang masih beroperasi meski warga telah berulang kali melarang kegiatan ini. Warga berharap pemerintah daerah setempat lebih tegas menangani penambang pasir.(YNI/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
