Anyosora Kalompoa, Tradisi Pencucian Pusaka Kerajaan Gowa
Iwan taruna dan Syamsul Al Timen28/11/2009 07:32
Liputan6.com, Gowa: Hari raya Iduladha yang jatuh pada Jumat (27/11) bagi keturunan Raja Gowa, Sulawesi Selatan, bermakna ganda. Selain merayakan hari raya kurban, mereka turut melakukan tradisi anyosora kalompoa atau pencucian pusaka kerajaan Gowa. Mulai dari mahkota kerajaan, tombak, keris, gelang naga, hingga aneka perhiasan lainnya diterima tetua adat.
Prosesi pencucian dilakukan sang tetua adat. Prosesi pencucian itu dihadiri para keluarga keturunan kerajaan serta bupati Kabupaten Gowa. Sebelum puncak acara yang bersamaan dengan perayaan hari raya kurban, telah lebih dahulu digelar beberapa tradisi lainnya, seperti aleka jenne atau pengambilan air suci dan amollong tedong atau pemotongan hewan kurban.
Tradisi yang sudah turun temurun ini memang bersamaan dengan perayaan hari raya Kurban. Sebab, di hari raya inilah manusia rela mengorbankan hartanya kepada sang pencipta.(BOG)
Prosesi pencucian dilakukan sang tetua adat. Prosesi pencucian itu dihadiri para keluarga keturunan kerajaan serta bupati Kabupaten Gowa. Sebelum puncak acara yang bersamaan dengan perayaan hari raya kurban, telah lebih dahulu digelar beberapa tradisi lainnya, seperti aleka jenne atau pengambilan air suci dan amollong tedong atau pemotongan hewan kurban.
Tradisi yang sudah turun temurun ini memang bersamaan dengan perayaan hari raya Kurban. Sebab, di hari raya inilah manusia rela mengorbankan hartanya kepada sang pencipta.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
