Keluarga Buktar Protes Penganiayaan
Riyanto Nay27/11/2009 20:47
Liputan6.com, Jayapura: Sekitar tiga puluh warga pegunungan yang mengaku keluarga terdakwa kasus makar, Buktar Tabuni, mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Abepura, sekitar pukul 13.00 WIT, Jumat (27/11). Mereka mempertanyakan asus penganiayaan oleh para mantan anggota TNI yang juga ditahan di tempat itu terhadap Buktar.
Setelah berdialog dengan Kepala Lapas Anthonius Ayorbaba, perwakilan pengunjuk rasa diizinkan menemui Buktar. Namun, wartawan dilarang masuk untuk meliput pertemuan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun SCTV di Jayapura, sekitar pukul 19.00 WIT kemarin Buktar Tabuni dianiaya anggota TNI yang ditahan di LP itu. Peristiwa itu terjadi, setelah Buktar menolak masuk kembali ke dalam sel lantaran air belum mengalir ke dalam selnya.
Akibat penganiyaan itu, sejumlah narapidana sempat merusak fasilitas LP. Bahkan, mereka sempat mengobrak-abrik ruangan data LP dan menghancurkan beberapa unit komputer. Kini, keempat tahanan mantan anggota TNI yang selama ini dititipkan di LP Abepura itu ditahan di Markas Polisi Militer setempat.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar menyesalkan tindakan para narapidana. Ia menilai kejadian LP Abepura salah paham. Dan ia membenarkan awal kejadian karena Buktar dianiaya dua petugas LP dan narapidana titipan dari Oditurat Militer (Otmil), kemarin malam.(ASW)
Setelah berdialog dengan Kepala Lapas Anthonius Ayorbaba, perwakilan pengunjuk rasa diizinkan menemui Buktar. Namun, wartawan dilarang masuk untuk meliput pertemuan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun SCTV di Jayapura, sekitar pukul 19.00 WIT kemarin Buktar Tabuni dianiaya anggota TNI yang ditahan di LP itu. Peristiwa itu terjadi, setelah Buktar menolak masuk kembali ke dalam sel lantaran air belum mengalir ke dalam selnya.
Akibat penganiyaan itu, sejumlah narapidana sempat merusak fasilitas LP. Bahkan, mereka sempat mengobrak-abrik ruangan data LP dan menghancurkan beberapa unit komputer. Kini, keempat tahanan mantan anggota TNI yang selama ini dititipkan di LP Abepura itu ditahan di Markas Polisi Militer setempat.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar menyesalkan tindakan para narapidana. Ia menilai kejadian LP Abepura salah paham. Dan ia membenarkan awal kejadian karena Buktar dianiaya dua petugas LP dan narapidana titipan dari Oditurat Militer (Otmil), kemarin malam.(ASW)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi

