Korban Banjir Banten Belum Dapat Bantuan
Taufik Muharam27/11/2009 01:20
Liputan6.com, Pandeglang: Ribuan korban banjir di 12 kabupaten di Pandeglang dan Lebak, Banten, hingga Kamis (26/11) malam, belum memperoleh bantuan dari pemerintah daerah setempat. Korban banjir bahkan terpaksa mengungsi di sejumlah masjid, kantor desa, dan bangunan sekolah karena pos pengungsian belum ada. Ironisnya, sejumlah tempat pengungsian tersebut turut terendam.
Bantuan terlambat karena pemerintah daerah tidak mengantisipasi membludaknya pengungsi. Selain terlambat, jumlah bantuan untuk korban banjir juga terbatas. Warga berharap pemda secepatnya menyalurkan bantuan makanan, pakaian, dan obat-obatan yang kini sulit diperoleh.
Banjir di kabupaten ini belum menunjukan tanda-tanda akan surut. Ketinggian air di tepi bantaran sungai bahkan naik beberapa sentimeter menyusul masih turunnya hujan. Kondisi banjir terburuk dalam delapan tahun terakhir inilah yang memicu warga meninggalkan rumah hingga jumlah pengungsi terus membengkak.(YNI)
Bantuan terlambat karena pemerintah daerah tidak mengantisipasi membludaknya pengungsi. Selain terlambat, jumlah bantuan untuk korban banjir juga terbatas. Warga berharap pemda secepatnya menyalurkan bantuan makanan, pakaian, dan obat-obatan yang kini sulit diperoleh.
Banjir di kabupaten ini belum menunjukan tanda-tanda akan surut. Ketinggian air di tepi bantaran sungai bahkan naik beberapa sentimeter menyusul masih turunnya hujan. Kondisi banjir terburuk dalam delapan tahun terakhir inilah yang memicu warga meninggalkan rumah hingga jumlah pengungsi terus membengkak.(YNI)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
