Vaksin Antirabies Diperjualbelikan
Aris Wicaksono26/11/2009 07:23
Liputan6.com, Buleleng: Warga Kabupaten Buleleng, Bali, baru-baru ini diresahkan dengan adanya praktik jual beli vaksin antirabies. Korban diminta membeli di apotik rumah sakit seharga Rp 188 ribu dengan alasan vaksin gratis sudah habis.
Wakil Bupati Buleleng, Made Arga Pynati, mengaku adanya penjualan vaksin karena terbatasnya pasokan. Dengan begitu rumah sakit diizinkan mengadakan vaksin sendiri selama belum ada pasokan dari Pemprov Bali.
Terkait kejadian ini, DPRD Buleleng telah memanggil pihak rumah sakit. Mereka meminta rumah sakit memberi sanksi bila ada oknum yang terbukti menjual vaksin antirabies.
Sejak Provinsi Bali ditetapkan sebagai wilayah kejadian luar biasa (KLB) rabies satu tahun lalu, kasus korban tergigit anjing masih tinggi. Korban mencapai ratusan orang dengan korban meninggal lebih dari 50 jiwa. Untuk mencegah tingginya jumlah korban, Pemprov Bali telah membagikan vaksin antirabies secara gratis ke semua kabupaten. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN)
Wakil Bupati Buleleng, Made Arga Pynati, mengaku adanya penjualan vaksin karena terbatasnya pasokan. Dengan begitu rumah sakit diizinkan mengadakan vaksin sendiri selama belum ada pasokan dari Pemprov Bali.
Terkait kejadian ini, DPRD Buleleng telah memanggil pihak rumah sakit. Mereka meminta rumah sakit memberi sanksi bila ada oknum yang terbukti menjual vaksin antirabies.
Sejak Provinsi Bali ditetapkan sebagai wilayah kejadian luar biasa (KLB) rabies satu tahun lalu, kasus korban tergigit anjing masih tinggi. Korban mencapai ratusan orang dengan korban meninggal lebih dari 50 jiwa. Untuk mencegah tingginya jumlah korban, Pemprov Bali telah membagikan vaksin antirabies secara gratis ke semua kabupaten. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
