Arab Saudi Siaga Hadapi Kelompok Radikal Yaman
Tim Liputan 6 SCTV25/11/2009 18:31
Liputan6.com, Jakarta: Keputusan Arab Saudi membantu pemerintah Yaman memburu kelompok radikal dalam sepekan terakhir menimbulkan kekhawatiran baru. Belakangan tersiar kabar, kelompok radikal mengancam balas dendam, dengan cara mengacaukan pelaksanaan wukuf dalam ibadah haji.
Untuk menghadapi ancaman tersebut, 22 ribu tentara dan lebih dari 1.800 kamera pemantau ditempatkan untuk mengantisipasi serangan kelompok radikal Yaman. Jemaah haji domestik juga tidak bisa berhaji tanpa izin untuk menjaga kemungkinan anggota radikal menyamar sebagai penduduk lokal.
Sementara menjelang puncak ibadah, jamaah haji mulai bergerak ke Mina sebelum berangkat menuju Arafah, Rabu (25/11). Para jemaah diharapkan paling lambat tiba di Arafah, Kamis besok sebelum Zuhur. Pemerintah Arab Saudi juga memberlakukan larangan kendaraan yang membawa kurang dari 25 orang jemaah memasuki wilayah Mina dan Arafah.(ZAQ)
Untuk menghadapi ancaman tersebut, 22 ribu tentara dan lebih dari 1.800 kamera pemantau ditempatkan untuk mengantisipasi serangan kelompok radikal Yaman. Jemaah haji domestik juga tidak bisa berhaji tanpa izin untuk menjaga kemungkinan anggota radikal menyamar sebagai penduduk lokal.
Sementara menjelang puncak ibadah, jamaah haji mulai bergerak ke Mina sebelum berangkat menuju Arafah, Rabu (25/11). Para jemaah diharapkan paling lambat tiba di Arafah, Kamis besok sebelum Zuhur. Pemerintah Arab Saudi juga memberlakukan larangan kendaraan yang membawa kurang dari 25 orang jemaah memasuki wilayah Mina dan Arafah.(ZAQ)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
