Spesies Baru, Bunglon Mungil Bertanduk
Willy Haryono25/11/2009 15:37
Liputan6.com, Tanzania: Spesies bunglon kecil bertanduk sisik di bagian atas moncong dengan bercak biru di beberapa lengan telah ditemukan di hutan Tanzania, Afrika Timur, belum lama ini. Andrew Marshall asal Universitas York dan Flamingo Land mengatakan reptil tersebut hanya berukuran 2,8 inci (sekitar 72 milimeter) dengan ekor yang nyaris sama panjang dengan tubuhnya.
Marshall pertama kali melihat bunglon bernama Kingyongia magomberae ketika sedang mengamati beberapa spesies kera di hutan Magombera. Pada saat itu ia melihat ular pohon yang sedang berusaha memakan seekor bunglon. Ular yang merasa terganggu kemudian memuntahkan mangsanya yang sudah mati.
Sejauh ini, empat spesimen K. magomberae tengah diamati di hutan Magombera, yang statusnya tidak dilindungi dan juga hutan Mwanihana yang berada di taman nasional gunung Udzungwa.
Marshall dan coleganya mengamati dan membandingkan bunglon tersebut dengan spesies sejenis di genus Kingyongia. Mereka juga menjalankan analisis genetik dan mengkonfirmasi bahwa hewan temuan baru itu adalah spesies berbeda. Penelitian ini ditulis mendetil di African Journal of Herpetology.
Bunglon ini memiliki tanduk pendek yang bisa dibilang menyatu dengan struktur moncongnya. Spesies bunglon lain memiliki tanduk lebih panjang dengan ujung fleksibel yang fungsinya belum diketahui secara pasti. Para ilmuwan mengatakan bunglon jantan mungkin menggunakannya dalam perkelahian.
"Bunglon terbaru ini memiliki tanduk yang sangat pendek. Kami rasa hewan ini adalah hewan yang tidak agresif," ucap Michele Menegon, salah seorang peneliti asal Italia pada tim Livescience.(YUS)
Marshall pertama kali melihat bunglon bernama Kingyongia magomberae ketika sedang mengamati beberapa spesies kera di hutan Magombera. Pada saat itu ia melihat ular pohon yang sedang berusaha memakan seekor bunglon. Ular yang merasa terganggu kemudian memuntahkan mangsanya yang sudah mati.
Sejauh ini, empat spesimen K. magomberae tengah diamati di hutan Magombera, yang statusnya tidak dilindungi dan juga hutan Mwanihana yang berada di taman nasional gunung Udzungwa.
Marshall dan coleganya mengamati dan membandingkan bunglon tersebut dengan spesies sejenis di genus Kingyongia. Mereka juga menjalankan analisis genetik dan mengkonfirmasi bahwa hewan temuan baru itu adalah spesies berbeda. Penelitian ini ditulis mendetil di African Journal of Herpetology.
Bunglon ini memiliki tanduk pendek yang bisa dibilang menyatu dengan struktur moncongnya. Spesies bunglon lain memiliki tanduk lebih panjang dengan ujung fleksibel yang fungsinya belum diketahui secara pasti. Para ilmuwan mengatakan bunglon jantan mungkin menggunakannya dalam perkelahian.
"Bunglon terbaru ini memiliki tanduk yang sangat pendek. Kami rasa hewan ini adalah hewan yang tidak agresif," ucap Michele Menegon, salah seorang peneliti asal Italia pada tim Livescience.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Feature Online Nokia 800
Aplikasi Twitter Mobile Mudah & Cepat di Lumia 800. Pre-Order .
www.nokia.com/id-id
Aplikasi Twitter Mobile Mudah & Cepat di Lumia 800. Pre-Order .
www.nokia.com/id-id
Hematnya Internetan Pakai Axis
Paket mulai dari Rp.49.000. Untuk mingguan / bulanan & aktivasi mudah.
www.axisworld.co.id
Paket mulai dari Rp.49.000. Untuk mingguan / bulanan & aktivasi mudah.
www.axisworld.co.id
