SBY: Selesaikan Konflik Secara Damai
Zumrotul Muslimin25/11/2009 14:44
Liputan6.com, Ambon: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bangsa Indonesia bertekad akan terus menyelesaikan berbagai konflik internal di dalam negeri secara damai dan bermartabat. "Saya punya keyakinan masih banyak cara lain menyelesaikan kemelut dalam negeri," ujar Presiden dalam pidato pada peringatan Hari Perdamaian Dunia di Taman Pelita, Kota Ambon, Maluku, Rabu (25/11).
Presiden SBY menegaskan tindakan militer adalah cara terakhir untuk menyelesaikan konflik apabila tidak tersedia lagi cara lain. Kepala Negara menambahkan cara damai telah dipilih dan sukses diterapkan untuk menyelesaikan konflik di Aceh, Papua, Poso, dan Maluku. Presiden sekaligus mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk membudayakan menyelesaikan konflik dengan cara damai.
Namun yang lebih penting lagi menurut Presiden adalah mencegah konflik antar sesama dengan cara terus membangun dialog. SBY mengatakan masyarakat Maluku telah memiliki pengalaman dan pelajaran berharga karena sukses mengakhiri konflik komunal secara damai dan kini terus berupaya memelihara perdamaian menuju masa depan yang lebih baik.
Dipilihnya Ambon sebagai tempat peringatan Hari Perdamaian Dunia 2009 adalah untuk menggugah warga setempat agar terus memelihara kehidupan damai. Presiden menegaskan masa depan Maluku adalah perdamaian, persaudaraan, dan pembangunan, bukan konflik dan kekerasan. Ia juga mengingatkan perdamaian tak datang begitu saja namun harus diperjuangkan dan terus dipelihara.(JUM/YUS)
Presiden SBY menegaskan tindakan militer adalah cara terakhir untuk menyelesaikan konflik apabila tidak tersedia lagi cara lain. Kepala Negara menambahkan cara damai telah dipilih dan sukses diterapkan untuk menyelesaikan konflik di Aceh, Papua, Poso, dan Maluku. Presiden sekaligus mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk membudayakan menyelesaikan konflik dengan cara damai.
Namun yang lebih penting lagi menurut Presiden adalah mencegah konflik antar sesama dengan cara terus membangun dialog. SBY mengatakan masyarakat Maluku telah memiliki pengalaman dan pelajaran berharga karena sukses mengakhiri konflik komunal secara damai dan kini terus berupaya memelihara perdamaian menuju masa depan yang lebih baik.
Dipilihnya Ambon sebagai tempat peringatan Hari Perdamaian Dunia 2009 adalah untuk menggugah warga setempat agar terus memelihara kehidupan damai. Presiden menegaskan masa depan Maluku adalah perdamaian, persaudaraan, dan pembangunan, bukan konflik dan kekerasan. Ia juga mengingatkan perdamaian tak datang begitu saja namun harus diperjuangkan dan terus dipelihara.(JUM/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
